Beranda Tak Berkategori Melky Fay: Tahun 2018 Pengawas Pemilu di TTS Telah Beralih Status dari...

Melky Fay: Tahun 2018 Pengawas Pemilu di TTS Telah Beralih Status dari Panwas Menjadi Bawaslu

323
0

SOE, Floobamora-news.com – Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan mengadakan kegiatan sosialisasi peran dan fungsi kelembagaan Bawaslu dalam pengawasan yang berlangsung di Hotel Blessing soe-pada, Kamis, (12/11/2020).

Kegiatan Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Bupati TTS, Ketua KPU Kabupaten TTS, pimpinan organisasi perangkat daerah, pimpinan partai politik, pimpinan organisasi masyarakat, camat batuputih dan camat Nunbena, pimpinan FKUB, Pimpinan Media, dan kader pengawas partisipasi. Kegiatan Sosialisasi peran dan fungsi kelembagaan bawaslu

Ketua Bawaslu kabupaten TTS, Melky Fay,S.Sos dalam sambutannya mengatakan dulunya lembaga kami di sebut Panwaslu, namun di tahun 2018 telah menjadi parmanen dan beralih nama, dari Panwaslu menjadi Bawaslu. Sedangkan yang belum parmanen adalah Kesekertariatan Bawaslu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa berdasarkan amanat UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemelihan Umum pasal 89 dan pasal 101 bahwa Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/kota adalah badan untuk mengawasi penyelenggaraan pemilu di wilayah kabupaten/kota yang bersifat tetap/parmanen. Sehubungan dengan dasar tersebut di atas, maka Bawaslu Kabupaten TTS telah mengadakan kegiatan Sosialisasi Peran dan Fungsi Kelembagaan Bawaslu dalam pengawasan.

Pemateri pertama dalam kegiatan sosialisasi peran dan fungsi kelembagaan Bawaslu kabupaten TTS, adalah Bupati Egusem P. Tahun dengan materi tentang Peran Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Lembaga Vertikal di Kabupaten TTS.

Bupati Egusem menjelaskan, bahwa Bawaslu adalah lembaga yang vertikal namun bekerjanya secara horisontal yang tidak bisa di intervensi. Namun harus di fasilitasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda), serta perlu ada pengawalan keamanan dari pihak keamanan.

Lanjut Epi bahwa, Pemerintah Kabupaten TTS, sangat mendukung kegiatan dari pada Bawaslu, dan setiap tindakan yang di ambil oleh Bawaslu atau KPU dinyatakan final. Karena setiap tindakan yang di ambil berdasarkan data yang akurat. Kata. di Indonesia yang menggunakan lambang Garuda hanyalah Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, Anggota Bawaslu dan Anggota KPU.

Anggota Bawaslu provinsi dari devisi SDM dan Pengorganisasian, Baharudin Hamzah M.Si, mengatakan bahwa, mulai tahun 2018 Panwas Kabupaten TTS beralih status dari Panwas menjadi Bawaslu.

“Aawalnya Anggota Komisionernya hanya Tiga orang saja namun ketika beralih status menjadi Bawaslu, maka ada penambahan dua orang lagi menjadi Lima orang Komisioner Bawaslu dan masa kerjanya lima tahun. Sedangkan pengawas tingkat kecamatan atau Panwascam berjumlah Tiga orang dan pengawas desa satu orang serta pengawas TPS, per TPS satu orang dan bukan parmanen tetapi berisfat Adhock, Perekrutannya satu bulan sebelum tahapan pemilunya berjalan dan dibubarkan paling lambat dua bulan setelah selesai Pemilu”, tutup Baharudin.


Reporter: Yor.T


Komentar