Memahami Produk dan Layanan Jasa Keuangan OJK Gelar Inklusi Keuangan di Kalangan Pelajar


  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com – OJK NTT menyelenggarakan perlombaan Cerdas Cermat Keuangan tingkat Sekolah Menengah Pertama tahun 2021 yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota se-Provinsi NTT dan di ikuti oleh 18 Sekolah Dasar dari 18 Kab/Kota Se-provinsi NTT. Kegiatan tersebut guna memperingati Bulan Inklusi Keuangan tahun 2021 (BIK 2021) dengan tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua Bangkitkan Ekonomi Bangsa”, yang berlansung di Kantor OJK pada, Selasa (16/11/2021).

Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert H.P Sianipar bersama Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dedi Safari Yapudin secara simbolis menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cerdas Cermat Keuangan Tingkat Sekolah Menengah Pertama tahun 2021 dengan pemenang sebagai berikut:

Swipe up untuk membaca artikel

Juara 1 SMPK Santo Gabriel Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Juara 2 SMP Dian Harapan Kupang, Kota Kupang.

Juara 3 SMP Santo Albertus Agung Weleun, Kabupaten Malaka;

Sampai dengan posisi Triwulan II tahun 2021, realisasi simpanan pelajar di Provinsi NTT mencapai 1.370.375 rekening dengan nominal sebesar Rp527 Miliar.

Baca Juga :   OJK Himbau Masyarakat Waspadai Beredarnya Infirmasi Hoax Ajakan Penarikan Dana di Perbankan

SimPel merupakan sebuah produk tabungan yang secara khusus didesain untuk kalangan pelajar, baik berbasis konvensional maupun berbasis syariah (SimPel iB). Program ini diluncurkan oleh Presiden RI Jokowi bersama OJK dan beberapa bank pelaksana pada tanggal 14 Juni 2015, dengan beberapa fitur yang disesuaikan dengan karakteristik pelajar, seperti setoran awal yang ringan hanya Rp5.000 untuk jenis konvensional (SimPel) dan Rp1.000 untuk jenis syariah (SimPel iB), setoran selanjutnya minimum hanya Rp1.000, dijamin oleh LPS, dan tentunya menggunakan nama pelajar sendiri.

OJK berkomitmen akan terus mengkampanyekan budaya menabung sejak dini melalui beragam bentuk kegiatan dan dukungan kebijakan yang dibutuhkan, serta berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah pusat dan daerah, industri perbankan, kementerian/lembaga, serta stakeholders terkait lainnya.



Reporter: Ricky Anyan


  • Bagikan