Beranda Hukum & Kriminal Menanggapi Tindakan Yang di Lakukan Oleh Le Ray, Begini Ungkapan Viktor Manbait

Menanggapi Tindakan Yang di Lakukan Oleh Le Ray, Begini Ungkapan Viktor Manbait

234
0

Kefamenanu, Flobamora-news.com – Aksi menculik, menyekap, menganiaya serta memperkosa yang dilakukan oleh Le Ray warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten TTU terhadap seorang wanita berinisial BWA (32) warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu sudah ditangani pihak Kepolisian Polres TTU.

Direktur Lembaga Advokasi Anti Kekerasan Masyarakat Sipil Nusa Tenggara Timur (Lakmas NTT), Viktor Manbait, S.H, kepada media ini mengatakan bahwa Kepala Rumah Tangga dan Kepala Keamanan Rumah Jabatan (Rujab) paling bertanggungjawab.

“Kepala Rumah Tangga dan Kepala Keamanan Rumah Jabatan paling bertanggungjawab atas penyalagunaan Rujab oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Apalagi untuk melakukan kejahatan atau maksiat.

Lebih lanjut Viktor mengutarakan 6 (enam) poin yang menjadi Perhatian publik saat ini.

Pertama: Peristiwa yang terjadi adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dan juga sebuah bentuk penyiksaan yang kejam.

Kedua: Peristiwa ini bukanlah sebuah kejadian yang serta merta terjadi tapi sudah direncanakan dan tidak saja melibatkan pelaku tapi juga mereka yang telah mengundang korban datang ke kos-kosan itu tapi membiarkan korban disiksa dihadapan mereka tanpa ada upaya maksimal untuk menghentikan penyiksaan itu bahkan membiarkan korban dibawa pergi oleh pelaku yang kemudian melakukan penyiksaan fisik dan pemerkosaan di dua tempat berikutnya.

Ketiga: Polisi juga harus memeriksa dan menyelidiki pembiaran yang terjadi di rumah jabatan Bupati yang memungkinkan pelaku dengan leluasa melakukan kejahatan di dalam rumah jabatan yan memiliki tingkat Securitas kelas 1 di Kabupaten ini.

Keempat: Negara harus hadir untuk memberikan perlindungan hukum bagi korban bukan saja dengan menghukum pelaku tetapi juga meberikan perlindungan hukum bagi korban dalam pengobatan, perawatan dan pemulihan traumatiknya melalui kantor Perlindungan Anak dan Perempuan Kab.TTU.

Kelima: Kita prihatin juga atas sense sosial masyarakat kita yang tidak peduli atas peristiwa penyiksaan atas perempuan ditempat umum dengan tidak menolong korban saat dijalan berteriak minta tolong tapi orang orang disana membiarkannya. Ini menjadi fenomena yang buruk dalam masyarakat kita.

Keenam: Penerapan pasal berlapis penganiayaan berat dan pasal pemerkosaan dengan hukuman maksimal mesti diterapkan juga pasal penyertaan atas mereka yang mengundang korban dan tidak maksimal melakukan pertolongan dan membiarkan korban dibawa pergi.

Direktur Lakmas NTT ini mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal proses ini sampai tuntas

“Kita akan terus kawal proses hukum yang sementra di lakukan oleh Polres TTU agar semua pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa dan korban mendapatkan perlindungan.”Tambahnya

Sementara itu Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus S. Fernandes, S.Pt sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (Jhovan Faot)


Reporter: Ricky Anyan


Komentar