Beranda Rohani Mengapa Harus Berdoa Rosario?

Mengapa Harus Berdoa Rosario?

458
0

BELU, Flobamora-news.com – Lebih dari satu abad yang lalu seorang mahasiswa yang pongah naik kereta di Perancis dan duduk di samping seorang pria tua yang tampaknya seorang petani berada. Mahasiswa yang kurang sopan itu melihat bahwa pria tua itu menggelincirkan manik-manik melalui jari-jarinya. Dia sedang berdoa rosario.

“Tuan, apakah Anda masih percaya hal-hal usang seperti itu?”, sang siswa bertanya.

“Ya. bagaimana dengan anda?”, orang itu menanggapi.

Mahasiswa itu tertawa dan mengaku, “Saya tidak percaya pada hal-hal bodoh demikian. Ikuti saran saya… lempar rosario Itu ke luar jendela, dan pelajari apa yang dikatakan ilmu pengetahuan tentang hal itu.”

“Ilmu pengetahuan? saya tidak mengerti tentang ilmu tentang ini. Mungkin Anda bisa menjelaskan kepada saya?” Kata pria itu dengan rendah hati, air mata menggenang di matanya.

Sang mahasiswa memperhatikan bahwa orang itu sangat tersentuh. Untuk menghindari menyakiti perasan orang tua itu lebih jauh, ia berkata, “Tolong beri saya alamat anda dan saya akan mengirimkan beberapa literatur untuk menjelaskan hal tersebut kepada anda.”

Pria itu merogoh saku dalam mantelnya dan mengeluarkan kartu namanya. Ketika membaca kartu nama, mahasiswa itu menundukkan kepala dengan malu dan tak bisa berkata-kata. Kartu nama itu berbunyi:

“Louis Pasteur, Direktur Institut Penelitian Ilmiah di Paris.”

Mahasiswa science yang pongah itu telah tanpa sadar berbicara dengan ahli kimia dan bakteriologi terkemuka di negaranya.

Louis Pasteur adalah ilmuwan pendukung teori Biogenesis terkenal dengan teori “Omne ovum ex vivo omne vivum ex ovo”–“semua kehidupan berasal dari telur, semua telur berasal dari kehidupan”. Maksudnya, “semua kehidupan berasal dari kehidupan.”

Pasteur juga membuat obat untuk pencegah penyakit antraks dan suntikan melawan penyakit anjing gila rabies. Pada waktu itu orang yang digigit oleh anjing gila akan menderita penyakit yang disebut hidrofobia. Suntikan rabies Pasteur tidak hanya mencegah tetapi juga mengobati penyakit tersebut. Pada hari ulang tahunnya yang ke 70 para dokter dan ilmuwan dari seluruh dunia berkunjung ke Paris untuk menghormatinya. Sejak tahun 1888 karya Pasteur dilanjutkan di Institut Pasteur di Paris. Kini institut itu mempunyai cabang di 60 negara.

Didera penyakit Stroke, Louis Pasteur meninggal dengan menggenggam Rosario saat sedang dibacakan riwayat hidup Santo Vincent de Paul yang ia minta bacakan. Makamnya terdapat di bawah Institut Pasteur di Paris, jenazahnya dimasukkan ke dalam peti mati terbuat dari marmer dan granit.

Di Indonesia, nama Louis Pasteur diabadikan menjadi nama jalan di Bandung, Jawa Barat. Dan juga identik dengan pintu tol masuk Kota Bandung jika anda menggunakan tol Cipularang – Padaleunyi menuju Bandung dan keluar dari gerbang Tol Pasteur.

Sumber: http://campus.udayton.edu/mary/rosarymarkings12.html

Louis Pasteur: Father of microbiology, and a Catholic

Penulis: Ricky Anyan


Komentar