Beranda Politik Misraim Nubatonis: Dua Orang Dinyatakan Lulus Seleksi SKPP Kabupaten TTS

Misraim Nubatonis: Dua Orang Dinyatakan Lulus Seleksi SKPP Kabupaten TTS

602
0

SOE, Flobamora-news.com – Pembacaan Surat Keputusan (SK) Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, tentang kelulusan peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dalam jaringan (SKPP Daring) tingkat provinsi NTT tahun 2020, Nomor: 128/bawaslu-prov/NTT/PW/01/VII/2020. Hal tersebut dilaksanakan setelah kegiatan sosialisasi peran dan fungsi Kelembagaan Bawaslu yang berlansung di Hotel Blessing Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada, Kamis (12/11/2020).

Surat keputusan (SK) dibacakan oleh Koordinator Sekertariat Kabuapten Timor Tengah Selatan, Misraim Nubatonis,SE.

Surat Keputusan yang dibacakan bahwa:

Kelulusan peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur ditetapkan oleh Badan Pengawas Pemilihan U mum Republik Indonesia. Sehubungan dengan pernyataan di atas maka dipandang perlu adanya penetapan kelulusan dalam  Suarat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi NTT. Berdasarkan SK tersebut ditetapkan Dua orang atas nama:

1. Irene Th Mael, asal kabupaten TTS, dengan nilai Video 528, nilai ujian 92, nilai total 620, dan lulus dengan memuaskan.
2. Piter lenamah, asal kabupaten TTS, Nilai Video 352, nilai ujian 88, total nilai 440, lulus dengan baik. pungkas Misraim.

Salah satu peserta yang lolos, Irene Th Mael,  warga Nifuboko Kelurahan Karang Sirih Keccamatan Kota Soe kepada media ini bahwa, saya telah mengikuti tahapan seleksi Sekolah kader dengan baik. Sebelum mengikuti seleksi, ia sama sekali belum mengerti dan memahami tentang Pengawas Pemilu. Namun ketika mengikuti tahapan seleksi hingga ia dinyatakan lolos dengan hasil seleksi yang memuaskan.

“Saya sebenarnya belum paham dan mengerti tentang Pengawas Pemilu, ini baru pertama kali ikut. Tapi ketika  ikut barulah saya mengerti tentang kader pengawas”, kata Irene.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa selama mengikuti seleksi Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, tidak ada hal yang sulit baginya. karena jika ada hal yang tidak dimengerti maka ia selalu bertanya, sehingga baginya proses seleksinya berjalan dengan baik tanpa ada kesulitan.

Berbeda dengan Piter Lenama bahwa, proses seleksi  baginya sulit. Ia tidak pernah bermimpi atau tidak yakin dan tidak percaya diri kalau dia harus lolos dalam seleksi kader tersehut.  Karena saat itu, ia sibuk dengan kuliahnya sehingga sama sekali tidak terbayang kalau ia harus lolos dalam seleks.

“Krena covid-19, saya kuliahnya secara daring sehingga  harus pulang ke Soe. Saat ada pembukaan.seleksi saya  ikut. Selang beberapa waktu saya ditelepon oleh pihak Bawaslu kabupaten TTS bahwa dinyatakan lolos. Saya sangat senang karena dari sekian orang yang ikut seleksi hanya butuh dua orang, salah satunya adalah saya sendiri”, tutup Piter.


Reporter: Yor.T


Komentar