Beranda Hukum & Kriminal Motor Dirampas, Pemilik Kendaraan Polisikan FIF Kupang

Motor Dirampas, Pemilik Kendaraan Polisikan FIF Kupang

609
0

KUPANG, Flobamora-news.com –Debt Collector kembali berulah dan meresahkan masyarakat. kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga. Pasalnya Melania Roswita Bona Toleu Naisoko (46), warga RT 023 RW 009, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT melaporkan FIF Kupang atas dugaan perampasan kendaraan bermotor.

Laporan itu tertuang dalam nomor Laporan 875/STTPL/IX/2019/SPKT Resor Kupang kota, Rabu 4 September 2019.

Kepada wartawan, Melania menuturkan, kejadian itu berawal dari kedatangan seorang debtcolector FIF menemui anaknya, Ririn Naisoko (23) di tempat kerjanya di SPBU Bundaran PU Kota pada Kupang, 29 Juni 2019 lalu.

Kepada Ririn, debtcolector itu menjelaskan soal tunggakan empat bulan sepeda motor Honda Scoopy yang dikredit orangtuanya. Ririn pun meminta waktu karena keluarganya masih dalam suasana duka. Meski sudah dijelaskan, namun debtcolector tersebut ngotot untuk membawa sepeda motor yang dikreditnya sejak Oktober 2017 silam itu.

“Anak saya sudah jelaskan kalau kami masih kedukaan. Dia juga sempat berdebat, kalau mau tarik, hubungi dulu ibu saya sebagai debitur, tetapi tidak digubris,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Saya sangat kecewa, karena sebelum penarikan, pihak FIF tidak pernah memberikan surat peringatan. Bahkan, tunggakan yang baru dua bulan pun diklaim pihak FIF sudah empat bulan.

“Saya belum membayar anggsuran dua bulan, tetapi diklaim empat bulan. Tidak ada surat peringatan juga. Ini sudah perampasan,” katanya.

Dua hari kemudian, ia bersama anaknya menemui pihak FIF untuk meminta penjelasan terkait sepeda motor yang telah ditarik. Pihak FIF meminta agar segera melakukan pelunasan.

Ironisnya, saat hendak melunasi, FIF mengaku sudah menjual sepeda motor tersebut. Merasa tertipu, ia kemudian membuat laporan polisi dugaan perampasan.

Jalan Damai

Setelah dilaporkan, pihak FIF mendatangi Polres Kupang Kota, Senin (6/1/2020). Di ruangan penyidik, mereka dipertemukan dengan pihak pelapor, selaku debitur.

Dalam pertemuan yang difasilitasi penyidik, pihak FIF dan pelapor mengambil jalan damai. Kepada pelapor, FIF berjanji menggantikan sepeda motor pelapor yang telah dijual.

“Janjinya Kamis, 9 Januari 2019 mereka gantikan dengan motor keluaran terbaru. Nanti kita lihat kondisi motornya, jika kondisinya tidak bagus, kami tolak,” imbuhnya.

Sementara itu, pimpinan FIF Cabang Kupang, Aditya bersama dua stafnya menolak diwawancarai wartawan.

“Nanti saja dengan pimpinan di kantor. Kami hanya staf,” ujar salah satu staf FIF di Polres Kupang Kota.


Reporter: DIAN


Komentar