Beranda Pendidikan Muhamad Irfan: 190 Anak-Anak Kita Meraih Nilai di Atas Rata-Rata

Muhamad Irfan: 190 Anak-Anak Kita Meraih Nilai di Atas Rata-Rata

261
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Propinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Muhamad Irfan, MM mengungkapkan terkait Peraturan Gubernur Viktor Bung Tilu Laiskodat tentang penggunaan bahasa inggris di lingkungan kantor dan Sekolah, pada intinya kami mendukung.

Menurut Kepala LPMP Muhamad Irfan, Pemberlakuan bahasa inggris setiap hari Rabu dimulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan Perguruan Tinggi. Ini merupakan sangsi bagi anak-anak kita mulai dari SMP dan SMA bahkan Perguruan Tinggi. Bahkan sekarang bahasa inggris itu bisa menjadi ekstra kurikuler bagi anak-anak kita di pendidikan luar sekolah”. Kata Irfan

Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah di atas segala-galanya, tapi kita juga tidak bisa mengesampingkan Bahasa Inggris. Sampai sekarang bahasa inggris dan alat-alat peraga untuk belajar bahasa inggris sudah mulai digunakan. Jadi saya sangat setuju penggunaan bahasa inggris di sekolah oleh Pak Gubernur. Tetapi tanpa melupakan bahasa daerah.

“Ada beberapa bahasa daerah yang ingin kita munculkan ditingkat Nasional. Ada ratusan bahasa daerah tetapi ada Dua atau Tiga bahasa daerah yang akan kita terbitkan menjadi kosa kata dalam bahasa indinesia”. Ujarnya

Kalau pegawai yang ingin melanjutkan ke S-2 untuk peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Propinsi NTT bahasa inggris harus terstandar.

” Bagi ASN di lingkup propinsi yang ingin melanjutkan ke S2 itu harus mengambil Tupel dan bahasa inggrisnya harus terstandar dan angkanya harus 450. Jadi Pak Gubernur memilih untuk pengembangan SDM di Propinsi yang ingin melanjutkan S2 untuk meningkatkan kompetensinya maka bahasa inggrisnya harus kuat”. Tambah kepala LPMP

Jadi tidak sebatas untuk membudayakan tapi bagaimana betul-betul bahasa inggris dijadikan bagian untuk pengembangan SDM. Jadi untuk pejabat-pejabat yang belum S2 ingin melanjutkan, bahasa inggris harus kuat.

Hasil Ujian Nasional kita semakin meningkat, nilai siswa juga makin luar biasa. Ada 90 siswa kita sudah diakui oleh dispendik. Dan sudah dirilis secara Nasional ada 90 siswa kita mendapat nilai 100 untuk beberapa mata pelajaran, kemudian 100 siswa kita mendapat nilai 90 dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Jumlah siswa berprestasi ada 190 siswa tetapi itu tidak bisa menutupi ribuan siswa kita yang nilainya masih di bawah standar. Jadi urutan kita masih di bawah 20 peringkat secara Nasional”. Lanjur Muhamad

“Hasil anak-anak kita meningkat, ada beberapa yang luar biasa tetapi jumlah baru sedikit 190 orang itu mendapatkan nilai sempurna beberapa mata pelajaran tetapi masih banyak anak-anak kita masih dibawah standar belum bisa menutupi. Jadi tahun depan kita upayakan akan ada peningkatan, agar peringkat kita di Nasional meningkat”. Kata Irfan

Tahun depan target kita masuk peringkat 15 secara Nasional. Untuk mencapai target kita harus menyiapkan guru-guru, melatih membuat soal yang setara dengan Ujian Nasional yang diujikan tahun lalu. Kemudian kita prediksi soal-soal yang akan muncul pada tahun depan. Kita akan memberikan kisi-kisinya dan melatih guru-guru yang mata pelajaran Ujian Nasional dan nanti mereka menyampaikan ke sekolah untuk menjadi satu
gerbong untuk kita memulai melakukan latihan soal-soal itu.

” Kita persiapkan guru-guru mata pelajaran UN untuk menyiapkan soal-soal hoax termasuk pemenggalan literasi. Untuk literasi kita sudah melakukan di dataran Sumba dan Flores, dan ini sudah dilakukan dengan inovasi Kementrian dengan melibatkan LSM dari Australia bekerjasama dengan Kementrian dan Pemerintah Daerah. Dan nanti kita akan menghasilkan buku-buku pembelajaran siswa bagi seluruh NTT tapi munculnya di Sumba”. Jelas Irfan (Rbt)

KOMENTAR ANDA?

Komentar