Beranda Pendidikan Murid Tak Miliki HP Android, Guru SD GMIT Niki-Niki 2, Alami kesulitan...

Murid Tak Miliki HP Android, Guru SD GMIT Niki-Niki 2, Alami kesulitan Saat Belajar dari Rumah

549
0

SOE, Flobamora-news.com – Guru-guru di SD GMIT Niki-nkki 2 menagalami kesulitan saat melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Hal tersebut terungkap saat Tim Sinode Gereja Masehi Injili di Timor melakukan monitoring ke sekolah tersebut di Kelurahan Niki-niki, Kecamatan Amanuban Tengah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Sabtu (1/8/2020).

Dalam laporannya Kepala Sekolah SD GMIT Niki-niki 2, Daud D Tloen, S.Pd. mengatakan bahwa, ada empat gedung yang sementara digunakan oleh SD GMIT Niki-niki 2, yang dua ruangan rusak berat, sedangkan yang dua masih bisa digunakan. Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah dan yayasan yang membawahi sekolah ini.

Pdt. Emil Hauteas, dalam sabutannya mengatakan, Tim tanggap bencana covid-19 Gereja Masehi Injil di Timor, sadar bahwa tidak mungkin GMIT bekerja sendiri. Oleh karena itu kami bekerja sama dengat Unicef dengan cara pendekatan pastoral di bidang kesehatan. Selain itu perlu diperhatikan agar melibatkan bidang advokasi untuk bekerja sama dengan unicef agar dapat memperjuangkan hak-hak dibidang pendidikan yang terabaikan saat ini dan bagaimana anak-anak sekolah walau pun mereka tidak datang ke sekolah tapi mereka tetap belajar dengan baik dan benar di rumah.

Sementara itu Staf Kesehatan Unicef Siska Solokana, meminta guru kelas kecil dalam hal ini kelas 1 SD untuk bercerita tentang strategi mengajar saat adanya Pandemi Covid-19.

Dengan spontanitas, guru kelas 1  Yuster V. L. Lopo, S.Pd. mengatakan bahwa, saya mengalami kesulitan, karena mengajar siswa kelas 1 dari rumah, ada banyak hal yang menjadi penghalang.  Hal ini sudah saya sampaikan ke pimpinan saya dalam hal ini kepala sekolah.

“Saya sebagai guru kelas 1 mengalami kesulitan karena bagaimana saya harus mengajar dari rumah sementara mereka sendiri tidak ada ponsel. Untuk miliki ponsel yang biasa saja juga mereka tidak punya, apa lagi harus miliki ponsel yang android”, ujar Yuster.

“Bagaimana anak belajar dari rumah untuk bisa mengenal dan bisa menulis huruf, sementara orang tuanya sendiri tidak mendapingi anaknya untuk belajar. Bahkan ada anak yang orang tuanya tidak bisa menulis dan membaca, lalu bagaimana orang tua harus mengajarkan anaknya huruf A. Bahkan ada siswa yang dikasih tugas untuk kerja lalu kumpulkan Minggu depan, namun tepat waktu untuk kumpul tugas malah tugasnya tidak dikerjakan. Ini karena tidak ada pendampingan dan bimbingan dari orang tua saat anaknya mengerjakan tugas. Saat tatap muka di sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar, dan yang terjadi hanyalah siswa datang ke sekolah untuk kumpulkan tugas terus dikasih tugas baru lalu disuruh pulang dan kerja tugas lagi”, jelas Yuster.

“Kami minta kalau bisa tim dari Unicef bisa memberi solusi agar bagaimana cara yang terbaik untuk belajar dari rumah”, kata Yuster.

Untuk menjawab pertanyaan dari guru kelas maka Staf Kesehatan Unicef, Siska Solokana mengatakan bahwa, kami menampung semua pertanyaan tentang kesulitan saat belajar dari rumah.

“Kami akan diskusikan melalui WhatsApp. Karena untuk menjelaskan sekarang tidak bisa  sebab waktunya tidak cukup”, kata Siska.

Kepala SD GMIT Niki-niki 2, Daud D.Tloen,S.Pd mengatakan,  guru dan siswa melakukan tatap muka
Satu minggu Satu kali. Saat tatap muka, cuman membutuhkan waktu Dua jam saja itupun untuk kumpul tugas yang sudah dikerjakan di rumah lalu di suruh pulang.

“Ada beberapa hal yang kami dapatkan atau temukan, ketika tugas diberikan kepada siswa untuk dikerjakan di rumah sambil didampingi oleh orang tua atau wali, namun yang terjadi adalah bukan anak-anak yang kerja tugas tapi orang tua yang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru,. Jadi terkesan PR nya bukan untuk siswa malah untuk orang tua”, tuturnya.

“Kami sebagai guru tidak kalah strategi, kami akan turun langsung ke rumah siswa untuk mendampingi siswa saat belajar. Kami juga selalu mengedepankan protokol kesehatan.”, pungkas Daud.


Reporter: Yor T


Komentar