Beranda Nasional Negara Harus Memprioritaskan Genrasi Muda Membangun Bangsa di Era Industri 4.0

Negara Harus Memprioritaskan Genrasi Muda Membangun Bangsa di Era Industri 4.0

277
0

Oleh: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min
(Guru Besar Universitas Pelita Harapan)

HAMBATAN ATAU PELUANG?

JAKARTA, Flobamora-news.com –
Isyu tentang peran Generasi Muda dalam pertumbuhan Indonesia adalah prioritas secara khusus pasca Pemilu tahun 2019. Kita yakini bersama Presiden Joko Widodo menyadari sepenuhnya akan hal ini. Pasca Pemilu 2019, mutlak Generasi Muda menjadi pionir dan pemimpin Indonesia. Topik di atas sebenarnya juga menegur Indonesia akan beberapa hal pada saat ini, yaitu:
1. Sudah mengertikah kita
tentang siapa dan apa
peran Generasi Muda
Indonesia? Sadarkah kita
bahwa era Indonesia
mendatang adalah era
Generasi Muda sebagai
“jiwa” membangun
bangsa?
Seberapa besar
Pemerintah memberi
ruang bagi Generasi
Muda dalam siklus
penyelenggaraan
negara?
2. Apa pengertian mendasar
dan penting dari Revolusi
Industri 4.0?
3. Apa pengertian penting
dan utama tentang
Leadership?
4. Bagaimana manusia
selanjutnya merespon
Anugerah Sang Pencipta
terhadap refleksi ketiga
hal di atas?

A. POTRET REVOLUSI
INDUSTRI
Kita memahami benar, potret Siklus Revolusi Industri seperti apa yg sudah kita pelajari dari berbagai referensi dan media yang terbuka bagi publik, dimana seluruh proses Revolusi Industri sesungguhnya berfokus kepada pemenuhan “human needs”.
Revolusi Industri 1.0 pada tahun 1760-1830 ditandai adanya kemajuan dalam sistem transportasi, komunikasi dan perbankan. Tercatat Europe & Northeastern America memainkan peran yang penting dalam era ini.
Revolusi Industri 2.0 pada tahun 1870-1924 ditandai adanya penemuan mesin dengan mesin elektrik. Tercatat pula US, Germany, Japan, Soviet Union juga memainkan peran penting dalam era 2.0.
Revolusi Industri 3.0 pada tahun 1950-1989 ditandai dengan adanya otomasi menggunakan sistem elektronik, software dan sirkuit. US dan China memainkan peran penting dalam fase Industri 3.0 ini.
Revolusi Industri 4.0 yang berbasis internet dan telecommunication (digital technology) dimulai sejak tahun 1999 hingga saat ini.
Untuk itulah dampak globalisasi dan dinamika dimulainya Atmosfer Industri 4.0 dirasakan pada saat ini.

Mencermati Siklus Revolusi Industri, apa yang dapat kita cermati bersama?
Pasca era Industri 1.0 dan 2.0 terjadi “gap” yang sangat besar dimana “productivity” dan “life standard” antara negara maju dan negara berkembang berbeda jauh (Pritchett, 1997). Hanya negara-negara maju banyak yang diuntungkan dalam rangka pertumbuhan dan pendapatan negara.

Di era 4.0, konsep “VALUE/NILAI” menjadi primadona, didorong oleh kemajuan teknologi, hal ini menjadi vehicle negara-negara berkembang untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju. Saat ini banyak negara-negara berkembang melakukan perbaikan signifikan dan cukup cepat di berbagai aspek.

Dua faktor besar yang masih harus dikejar sebagai TANTANGAN oleh para negara berkembang, yaitu aspek “Institutional” dan aspek “Human Resource” (Sri Mulyani, 2019).
Faktor “Institusi” memuat variabel penting, yaitu: peningkatan sinergi & koherensi, birokrasi yang efisien, peraturan yang adapt terhadap market, tata kelola yang andal.
Faktor “Human Resource” menekankan pentingnya: regulasi tenaga kerja yang
Implementatif, human skills yang andal, pendidikan tenaga kerja yang terbaik, dan etika kerja yang benar.

Dalam hal merespon Industri 4.0, beberapa hal yang harus dicermati secara individu dan institusi:
1. “Digitalisasi” adalah la
mampu mendorong
pertumbuhan,
produktivitas dan
konektivitas hingga skala
global. Unicorn baru
mungkin akan hadir
selain yang sudah ada,
dan dapat merambah
sampai berbagai sektor:
health, education,physics,
dll.
2. Menteri Keuangan RI Ibu
Sri Mulyani menekankan
Indonesia memiliki Visi
untuk menjadi Energi
Digital Asia pada tahun
2020. Hal ini tercatat dari
pertumbuhan yang tinggi
dari penggunaan HP dan
Internet hingga saat ini.
3. Konsep 10 Strategi
Making Indonesia 4.0
yang dicanangkan
Presiden Joko Widodo
a. Meningkatkan arus
barang
b. Re-desain zona industri
c. Meningkatkan kualitas
SDM
d. Memperkuat UMKM
e. Menerapkan insentif
untuk investasi teknologi
f. Membangun ekosistem
inovasi
g. Menarik investasi asing
h. Harmonisasi kebijakan
dan peraturan
i. Membangun infrastruktur
digital nasional
j. Menciptakan
sustainability standard

5 sektor prioritas yang dikerjakan:
a. Makanan & minuman
b. Otomotif
c. Bahan kimia
d. Elektronik
e. Tekstil dan pakaian

Tantangan di atas merupakan HAMBATAN atau PELUANG? Dimana posisi generasi muda?

B. POSTUR KINERJA
PEREKONOMIAN
Mencermati postur perekonomian Indonesia saat ini, faktor eksternal yaitu ketidakpastian ekonomi global sedikit banyak mewarnai postur perekonomian Indonesia, secara khusus pendapatan dan fiskal negara. Dari berbagai sumber yang dihimpun, potret realisasi pendapatan negara per April 2019 sebesar 530,7 Triliun atau 24,5% dari pagu APBN 2019 (tumbuh 0,5% dari April 2018 dan tumbuh 13,3% dari April 2017). Hal ini dampak dari pendapatan pajak yang cukup besar.
Secara global, perekonomian Indonesia mengalami tekanan dan melemah. realisasi investasi asing di Indonesia secara umum di tahun 2017 adalah 32,2 Miliar Dollar AS, di tahun 2018 bernilai 30,3 Miliar Dolar AS, dan di tahun 2019 periode bulan Januari – Maret 2019 bernilai 7,19 Miliar Dolar AS.
Negara perlu waspada untuk tetap dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Usaha Gubernur BI memutuskan acuan suku bunga di 6%, setidaknya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Pemerintah perlu lebih peka merespon industri perdagangan yang dilakukan AS dan China. Pemerintah harus bergerak cepat. Hal ini memerlukan LEADERSHIP yang andal.

C. LEADERSHIP :
TANTANGAN / PELUANG
Potret ministry Kepemimpinan Indonesia dalam globalisasi era 4.0 menuntut dilakukan:
a. Integrasi
b. Unity
c. Kecepatan
d. Memberdayakan
e. Adaptif

D. PELUANG
Berbagai potret kondisi nasional dan potret Global bukan menghambat kepemimpinan di Indonesia, namun memberikan peluang. Apa saja peluang yang akan digerakkan Generasi Muda Indonesia?
Inilah peran Generasi Muda bagi Indonesia mendatang:
1. Generasi muda memiliki
VISI yang telah lebih dulu
di depan
2. Generasi muda harus
menjadi Teladan. (Rbt)

Komentar