Beranda Wisata Budaya NTT Raih Juara Umum API 2021, Kota Kupang Raih Penghargaan Kategori Tenun...

NTT Raih Juara Umum API 2021, Kota Kupang Raih Penghargaan Kategori Tenun Ikat

166
0

LABUAN BAJO, Flobamora-news.com – Kota Kupang menerima penghargaan kategori Sentral Tenun Ikat Ina Ndao sebagai Destinasi Belanja Terpopuler dengan 30% vote. Hal tersebut diterima Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M, M.H. pada acara Malam Anugerah Pesona Indonesia ke-5 tahun 2020 yang diselenggarakan di Inaya Hotel, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (20/5).

Wali Kota dalam wawancara oleh awak media mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diterima. Sentra Tenun Ina Ndao memang dipersiapkan Pemkot sebagai salah satu pengembangan pariwisata di Kota Kupang.

“Kota Kupang sendiri merupakan daerah singgah,
wisatawan yang singgah selalu menjadikan tenun sebagai cinderamata. Pemkot akan terus mendukung Ina Ndao sebagai salah satu destinasi belanja terbaik di Kota Kupang. Kedepan, Pemkot akan menyiapkan obyek wisata lain yang memiliki ciri khas daerah Kota Kupang seperti tenun ikat sepe untuk diikutsertakan pada ajang seperti ditahun-tahun yang akan datang. Saya yakin penghargaan yang diterima ini akan menjadi langkah awal kami dalam membantu pariwisata di Kota Kupang,” ujar Wali Kota.

Maret 2021 lalu, motif tenun ikat bunga sepe khas daerah Kota Kupang karya Ibu Hilda Riwu Kore-Manafe (Ketua Dekranasda Kota Kupang) terdaftar secara resmi sebagai hak kekayaan intelektual milik Pemkot Kupang di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi NTT.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan API 2020 yang dilaksanakan di Labuan Bajo. Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat, apalagi Provinsi NTT menjadi juara umum karena berhasil meraih 8 penghargaan dari 18 kategori. Ini merupakan prestasi yang membanggakan,” tutur Wali Kota

8 penghargaan dari 18 kategori pariwisata terbaik yang berhasil diraih Kabupaten dan Kota se-NTT serta Provinsi NTT, diantaranya :

– Juara 1 Kategori Makanan tradisional terpopuler diraih oleh Provinsi NTT untuk Sei

– Juara 1 Kategori Destinasi Belanja Terpopuler diraih oleh Sentra Tenun Ikat Ina Ndao, Kota Kupang

– Juara 2 Kategori Wisata Air terpopuler diraih oleh Island Hopping Pulau Meko, Kabupaten Flotim

– Juara 1 Kategori Dataran Tinggi Terpopuler diraih oleh Fulan Fehan Kabupaten Belu

– Juara 1 Kategori Situs Sejarah Terpopuler diberikan kepada Liang Bua Ruteng, Kabupaten Manggarai

– Juara 1 Kategori Kampung Adat Terpopuler diraih oleh Kampung Adat Namata, Kabupaten Sabu Raijua

– Juara 2 Kategori Destinasi Baru Terpopuler diraih oleh Pulau Semau, Kabupaten Kupang

– Juara 2 Kategori Surga Tersembunyi Terpopuler diraih oleh Obyek Wisata Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao.

Chairman API, Hiro Kristianto dalam sambutannya mengatakan Anugerah Pesona Indonesia merupakan ajang apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia. Kegiatan yang sudah dimulai sejak tahun 2016 ini telah berhasil mengangkat dan mempromosikan lebih dari 700 destinasi dan produk pariwisata di seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun 2020 ini tercatat lebih dari 890 ribu votes yang masuk dan hampir 7 juta tautan pemberitaan tentang nominasi ataupun kegiatan API pada pencarian google. Pada tahun ini, bermunculan lebih banyak nominasi dan juara baru dari seluruh Indonesia. Bukti bahwa Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan pariwisata baik dalam bentuk keindahan dan keajaiban alam, kuliner, sejarah maupun budaya.

Hal senada pun disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa API merupakan sebuah ajang nasional yang diselenggarakan untuk memberikan penghargaan bagi industri pariwisata Indonesia. Menurutnya, tercatat ada 34 juta tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tedampak pandemi.

“Kita harus optimis untuk bangkit, survive, revive dan thrive, bertahan, mengambil peluang dan menjadi pemenang. Khususnya dalam menjawab tantangan pandemi, Kemenparekraf mendorong pelaku pariwisata untuk terus bangkit dan menerapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi. 3 pilar strategi tersebut diimplementasikan dalam berbagai hal antara lain berinovasi dalam mengembangkan dan mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia sesuai dengan kebutuhan pasar terkini, memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan protokol kesehatan CHSE (cleanliness, healthy, safety and environmental sustainability) dalam rangka mendukung industri pariwisata Indonesia selama masa pandemi serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholders,” kata Sandiaga.

Lanjutnya dikatakannya bahwa Kemenparekraf sangat mengapresiasi pelaksanaan API 2020 ini yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan dan promosi industry pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengharapkan kedepan Anugerah Pesona Indonesia dapat mengikutsertakan dan memberikan penghargaan bagi lebih banyak pariwisata di Indonesia. Diakuinya, bicara tentang pariwisata memang tak mudah apalagi bagi Provinsi NTT.

“Secara kasat mata kita tahu bahwa keindahan alam dan budaya NTT cukup kaya dan mampu disandingkan dengan pariwisata dunia. Misalnya, NTT sendiri memiliki satu-satunya binatang purba bernama Komodo, selain itu NTT memiliki banyak tempat eksotik yang dapat menjadi daya tarik, seperti halnya banyak daerah di Indonesia. Karena itu kita patut bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keragaman budaya. Keragaman inilah yang harus kita syukuri bukan malah dipersoalkan dengan stempel-stempel perbedaan. Karena perbedaan membuat kita kaya dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai jati diri Indonesia,” pungkas Gubernur.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar