Beranda Ekonomi Bisnis Panen Tomat, Wabup Belu: di Mana Ada Kemauan di Situ Ada Jalan

Panen Tomat, Wabup Belu: di Mana Ada Kemauan di Situ Ada Jalan

27
0

Belu, Flobamora-nes.com – Iklim yang tidak menentu di Kabupaten Belu dimana mengalami 9 bulan pasti kemarau, dan 3 bulan tidak pasti hujan, mendorong kelompok tani Keluarga Mandiri untuk berupaya dan berinovasi memanfaatkan lahan sawah dan keterbatasan air untuk menanam tanaman hortikultura seperti tomat dan sayur-mayur untuk menjadi beras.

Usaha ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan saat melakukan panen perdana tomat bersama Ketua TP PKK Kab. Belu, Lidwina Viviawaty Ng Lay, dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Belu, Gerardus Mbulu di Dusun Bauatok Desa Manleten Kecamatan Tasifeto Timur, Senin (31/8/2020).

Kebun Demontration Plot (Demplot) kelompok tani Keluarga Mandiri yang berada di dusun Bauatok ini merupakan satu proses kerjasama dari pihak Pemerintah Kabupaten Belu melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pihak Distributor Benih Unggul Tanah Merah, dan Yayasan Wadah Titian Harapan sebagai pembentukan manusia dan SDM serta keterlibatan kemanunggalan TNI.

Empat komponen ini yang bekerja bersama saling mendukung dan menopang sehingga mendorong masyarakat untuk mengenal potensi diri dan potensi alam yang ada dilingkungan sekitar untuk bersama membangun masyarakat dalam rangka menunjang program membangun desa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Wabup Belu dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerja keras dan kerja bersama ditengah keterbatasan dan kekeringan yang terjadi serta Pandemik Covid-19 yang meresahkan, namun kelompok tani Keluarga Mandiri mampu menghasilkan sesuatu untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

“Satu hal yang membanggakan, terjadi suatu kolaborasi dan kerjasama dengan pendampingan dari PPL dan Yayasan Titian Harapan memanfaatkan kesempatan kebersamaan itu untuk mendampingi dan membantu kelompok tani untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Apresiasi dan terimakasih untuk hal itu, semoga tuhan memberkati segala usaha dan upaya kita,” ucap Ose Luan.

Lanjut Wabup, Pasti segala kesulitan akan menjadi motivasi untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi, karena jika ada kemauan pasti selalu ada jalan ditengah keterbatasan dan kesulitan yang dialami.

“Saya kira dimana ada kemauan disitu akan ada jalan. Pasti segala kesulitan akan menjadi motivasi untuk keluar dari permasalahan yang dihadapi dan ini adalah salah satu bukti bahwa kekeringan yang terjadi dan ditengah Pandemik Covid-19 justru kelompok tani ini memanfaatkan kesempatan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan sore hari ini kita melakukan panen perdana atas usaha dan upaya kelompok tani Keluarga Mandiri,” ungkap J.T. Ose.

J.T. Ose Luan juga menyampaikan bahwa usaha dan kerja keras yang dilakukan kelompok tani Keluarga Mandiri dapat menjadi contoh dan motivasi bagi kelompok tani yang lainnya untuk terus berusaha dan berinovasi dengan selalu bekerjasama melalui pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Pemerintah melalui Dinas teknis dalam hal ini PPL melakukan pendampingan untuk berusaha agar semua kelompok tani dapat berfungsi seperti kelompok tani Keluarga Mandiri, dan itu menjadi harapan pemerintah. Jika semua kelompok tani dapat bekerja seperti ini dengan memanfaatkan keterbatasan lahan, keterbatasan hujan yang 3-4 bulan tidak pasti dan selama 8-9 bulan pasti kering, membuat kita bingung karena antara jagung dan padi jelas mengalami penurunan hasil produktifitas, tetapi jika kita berpikir inovatif dengan mengalih fungsikan lahan dan memanfaatkan keterbatasan air untuk menanam tanaman hortikultura seperti ini maka kita akan keluar dari permasalahan yang dihadapi,” jelas Mantan Sekda Belu itu.

Ketua TP PKK Kabupaten Belu yang juga Bunda Paud Kab. Belu, Lidwina Viviawaty Ng Lay menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani Keluarga Mandiri karena melalui perkebunan yang melibatkan juga para tutor paud dan orang tua, anak-anak paud dapat belajar dilahan perkebunan, mengenal jenis tanaman yang ada, serta cara berkebun, dan hari ini melakukan panen perdana.

“Dengan kegiatan panen yang dilakukan sore ini, anak-anak pada masa keemasannya dilatih dan diajarkan sejak dini bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil,” ungkap Bunda Vivi.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Paud, Lidwina Viviawaty Ng Lay juga melakukan pembagian susu bagi anak-anak Paud.

Untuk diketahui, luas lahan tanaman tomat yang di panen sebesar 70 are dengan jumlah tomat yang ditanam sebanyak 8000 pohon yang diperkirakan menghasilkan sekitar 7-8 ton tomat saat panen.

Adapun jenis tomat yang ditanam yaitu tomat Servo, Betavila, dan Gustavi. Adapun tanaman horkitultura lain yang ditanam oleh kelompok tani keluarga Mandiri yakni : Cabe besar, Pare, Labu madu, Labu biasa, Mentimun, Sawi, Kangkung, Melon, dan Semangka tanpa biji serta buncis yang dikembangkan di rumah masing-masing.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar