Beranda Lintas NTT Pansus Sedih, Petugas Posko covid-19, di Puskesmas kota Soe, Patungan Untuk Beli...

Pansus Sedih, Petugas Posko covid-19, di Puskesmas kota Soe, Patungan Untuk Beli Makan

1679
0

SOE, Flobamora-news.com – Tim Panitia Khusus LKPJ DPRD TTS, melakukan uji petik di Puskesmas Kota Soe. Pansus merasa kaget dan terharu ketika mendengarkan pernyataan kepala Puskesmas Kota terhadap kesejahtrahan 11 petugas kesehatan yang melakukan repites terhadap 224 orang yang kontak langsung dengan pasien 01 dan 02. Uji petik dilaksanakan pada, Senin (15/6/2020).

Kepala Puskesmas Kota soe, dr. Yulian Palar, kepada pansus mengatakan, bahwa ada 11 orang petugas kesehatan yang melakukan rapid test atau tes serologis terhadap 254 orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien 01 dan 02 covid-19 di kabupaten TTS. Sampai hari ini yang sudah dirapid test sebanyak 224 orang, tersisa 20 orang,. Tim gugus penanganan civid-19 kabupaten TTS, sudah berupaya untuk menghubungi 20 orang yang kontak langsung dengan pasien 01, dan 02, namun sebagiannya tidak mau datang dan ada yang sudah berangkat ke kabupaten alor.

“Dari 224 orang yang menjalani rapid test, 4 orang dinyatakan reaktif, sedangkan 220 non-rekatif. Empat orang yang reaktif, diteruskan dengan pemeriksaan Tes PCR, dan hasil pemeriksaan pertama, ke empatnya negatif. Hasil test kedua baru satu orang sudah ada dan hasilnya negatif. Karena hasil PCR pertama dan kedua dinyatakan negatif maka yang bersangkutan telah selesai masa karantinanya. Dia juga mengaku bahwa 11 petugas kesehatan yang melakukan repites tehadap 224 orang, juga sudah di repites, dan hasilnya nonreaktif.

“Ada 11 petugas kesehatan yang melayani di posko pelayanan covid-19, dan 11 di kasih insentif. Untuk satu kali melakukan repites sebesar 200 ribu rupiah, ditambah uang transpor 150 ribu rupiah, sehingga totalnya 350 ribu rupiah. Namun sampai dengan saat ini kami belum dikasih uang, sehingga untuk makan minum sehari-hari, kami patungan untuk beli makan,  (rogo saku sendiri).

Mendengar pengakuan dan masalah kesejahteaaan para petugas medis yang berada di Posko pelayanan membuat tim pansus LKPJ merasa kaget dan terharu.

Salah satu anggota Pansus LKPJ, Lorens Jehau menagtakan, bahwa, saya merasa terharu, mereka petugas kesehatan adalah garda terdepan dalam menangani covid-19. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya, namun pemerintah tidak memperhatikan kesejahterahan mereka.

“Masa mereka sudah meninggalkan keluarganya demi kesejartrahan kita semua, tapi mau makan minum, mereka harus patungan. Ini kan sesuatu yang kurang bagus. Kalau dananya belum cair apa boleh buat, tapi ini dana covid sudah cair pada posko masing-masing. Terus kenapa masih ditahan, sehingga orang mau makan saja harus patungan atau rogo saku sendiri”, jelas Lorens dengan wajah pilu.

Ketua Pansus LKPJ DPRD TTS, Marten Tualaka, SH.MSi kepada Flobamora.news.com menuturkan, bahwa saya selaku Ketua Pansus merasa sedih. Masa teman-teman medis yang melakukan Rapid test sampai dengan saat ini belum dikasih insentif dan transport, padahal mereka melakukan tugas negara. Ini bukan tugas pribadi sehingga tidak memperhatikan kesejahteraan mereka. Pada hal dana covid sudah tersedia dan sudah dilakukan pencairan oleh pihak Dinas kesehatan, tapi kenapa sampai tidak dimanfaatkan.

“Seharusnya Dinas Kesehatan memperhatikan kesejahtrahan mereka dan harus memberikan hak-hak mereka. Ini seperti membentuk ketidak adilan dan melanggar hak asasi orang. Untuk masalah ini cepat teratasi, maka dalam waktu cepat Panaus LKPJ akan mengundang Bupati TTS, selaku ketua tim gugus covid-19 bersama kepala Dinas kesehatan. Tujuannya untuk menjelaskan kenapa sampai dengan saat ini kesejahtrahan petuagas medis yang melakukan penanganan di posko penanganan covid-19”, tegas Marten.


Reporter: JOR T


Komentar