Beranda Hukum & Kriminal Pasca Bencana Pemda TTS Sibuk Gusur Rumah Warga, Kata Bupati: Ini Penertiban

Pasca Bencana Pemda TTS Sibuk Gusur Rumah Warga, Kata Bupati: Ini Penertiban

735
0

SOE, Flobamora-news.com – Pasca bencana Badai Siklon Tropis Seroja  Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) seharusnya menaruh perhatian serius menangani masyarakat yang terdampak tetapi malah sibuk merobohkan bangunan yang telah dibangun. Pasalnya rumah milik Robi Mella yang dibangun di samping Kantor Perhubungan tepatnya di Kelurahan Karang Siri Kecamatan Kota Soe digusur pada, Selasa (13/4/2021).

Menurut Robi Mella bahwa saat ini saya tinggal di rumah warga karena rumah yang dibangun telah digusur oleh pemerintah. Padahal yang saya tahu tanah ini milik keluarga mella.

“Saya bangun rumah tepat berada di tanah ulayat milik Neno Mella IV  berdasarkan Surat Keputusan  dengan Nomor: I. AAN.Cipanas 27 Desember 1934. dan dibawah perlindungan Lembaga Adat Bijoba (Sekretariat Desa Bijeli Kecamatan Polen).  Berdasarkan Akta Notaris No. 01. 2 Mei 2020. dan SK Menteri Hukum.dan HAM No. AHU-00532. AH. 02.01. Tahun 2018. dan dibuktikan dengan  peta jaman Belanda yang ada”, jelas Robi.

Penertiban tersebut Pemerintah menurunkan Satu  eksavator guna menghancurkan rumah tersebut. Demi keamanan, pemerintah juga menurunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat POl PP) sebanyak 60 personil dan  personil dari Polres TTS sebanyak 25 orang serta dari Kodim 1621 TTS sebanyak 15 porsonil. Kegiatan tersebut dijaga ketat sehingga dari awal penertiban sampai selesai berjalan dengan aman.

Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Yopi Magang, kepada awak media di lokasi mengatakan bahwa, dari awal penertiban sampai dengan akhir penertiban, tidak ada keributan atau perlawanan dari pemilik bangunan yang lagi ditertibkan. Semua berjalan dengan lancar.

“Ada 60 personil Pol PP,  25 personil dari Polres TTS, dan 15 personil TNI dari koramil 01, yang di turunkan untuk mengamankan jalannya penertiban bangunan ini sehingga semuanya berjalan dengam aman dan lancar”, jelas Yopi.

Sementara itu Bupati TTS, Egusem Tahun, kepada awak media bahwa kita harus sepakat bahwa tanah itu adalah milik pemerintah daerah, yang luasnya 246,4 hektar, dan tanah ini pemerintah daerah sudah mendapat pelepasan hak dari kementrian kehutanan dan lingkungan hidup, sehingga tanah ini sudah bisa kita sertifikasi.

“Saya selaku Bupati TTS dipercayakan oleh rakyat untuk mengamankan aset, dan tindakan yang pemerintah lakukan bukan pengusuran. Karena pemerintah sudah lewati semua tahapan, yaitu diberikan surat teguran satu sampai tiga, setelah itu kita lakukan persuasif dari Lura dan Camat. Tetapi yang bersangkutan dalam hal ini Robi Mella tidak mengindahkan dan terus membangun. Untuk itu langkah selanjutnya kami pemerintah harus bertindak untuk pengamanan aset”, kata Bupati

“Sedangkan kenapa tidak semua ditertibkan karena sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bahwa yang harus ditertipkan adalah bangunan yang dibangun setelah ditetapkannya peraturan tersebut”, tegas Bupati.

“Kami sudah menegur semua yang baru membangun, dan jika mereka tidak mengindahkan maka kami akan segera menertibkan”, pungkas Bupati.


Reporter: YOR T


Komentar