Beranda Hukum & Kriminal Kasus Pengeroyokan Dilimpahkan ke Polda NTT  Polres Malaka Dianggap Tidak Mampu

Kasus Pengeroyokan Dilimpahkan ke Polda NTT  Polres Malaka Dianggap Tidak Mampu

121
0

MALAKA, Flobamora-news.com – Kasus Pengeroyokan terhadap wartawan gardamalaka.com Yohanes Seran Bria alias Bojes Seran dan pimpinan redaksi yang terjadi di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman pada tanggal 15 Oktober 2020 dan telah tetapkan tiga orang tersangka dari tanggal 21 pekan lalu

Sejak ditetapkan tiga orang tersangka, Polres Malaka melalui Reskrim tidak ada penahanan terhadap tersangka tersebut, semua bukti sudah lengkap.  Untuk itu Polda NTT ambil alih kasus tersebut. Polres Malaka dianggap tidak mampu tangani kasus pengeroyokan terhadap wartawan Gardamalaka.com.

Kuasa Hukum Melkianus Contarius Seran S.H kepada awak Media Jumat,(6/11) Pelimpahan kasus pengeroyokan dari polres malaka ke Polda NTT menjadi petunjuk kuat bahwa ternyata Polres Malaka tidak mampu menegakan hukum dan keadilan di Malaka dan dengan pelimpahan ini saya pastikan tidak akan merubah status 3 orang tersangka dalam kasus yang sedang diproses dan kajian kami sudah cukup bukti berdasarkan saksi fakta dan bukti digital berupa rekaman video orijinal dan sudah di lakukan perbandingan dengan video yg sedang viral ternyata sama persis dan dari video itu terungkap fakta hukum

“Pelakunya adalah Raymundus Seran Klau, Sergius Fransiskus Klau dan Yohanes Seran. Dari fakta hukum tersebut dapat diketahui siapa pelakunya dan melakukan apa, itu terlihat jelas di rekaman video”, tegas Kuasa Hukum Korban.

“Dari bukti tersebut sudah cukup untuk dilakukan penahanan terhadap Tiga tersangka Mundus, Sergius dan Mugen karena mereka secara bersama-sama menggunakan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap klien kami Bojes Seran yang saat itu sedang menjalankan tugas sebagai wartawan”, jelas Melkianus.

Oleh karena itu kami tegaskan dan meminta kepada Kapolda NTT agar segera menangkap dan menahan 3 orang tersangka tersebut karena 3 orang tersangka tersebut sangat berpotensi mengulangi tindak pidana, menghilangkan barang bukti dan berpotensi menghambat proses hukum kasus yg sedang berjalan

“Selain itu pula kasus ini menjadi atensi publik dan saya berharap dalam kasus ini tidak boleh tebang pilih mestinya hukum harus netral dan hukum harus di tegakan secara adil sekalipun langit akan runtuh”, tutupnya.


Reporter:   Jovan Faot


Komentar