Pembangunan Bendungan Temef Sudah 71 persen, Ganti Rugi Lahan Segera Diproses


  • Bagikan

SOE, Flobamora-news.com – Rombongan Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban LKPj Bupati, senin (3/5/2021) mengunjungi lokasi pembangunan bendungan Temef di Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Senin (3/5/2021).

Rombongan di pimpin oleh wakil ketua II DPRD Yusuf Soru dan didampingi oleh, ketua pansus, Marten Tualaka, wakil ketua, Uksam selan, serta semua angota pansus. Rombongan diterima oleh PPK bendungan Temef, Fajar Hariaje, perwakilan PPK bidang pengadaan tanah, perwakilan PT.waskita Karya dan PT. Nindi Karya.

Swipe up untuk membaca artikel

Dalam kunjungan tersebut, wakil ketua II DPRD, Yusuf Soru mengatakan bahwa, kami dari DPRD sangat mendukung kegiatan pembangunan bendungan Temef. Lembaga DPRD TTS akan terus mendorong pemerintah agar secepatnya dapat mengurus semua administrasi keuangan sehingga bisa mencairkan biaya ganti rugi.

Kepala Desa Oenino, Agustinus Fina meminta tim Pansus DPRD suarakan ganti rugi lahan masyarakat di lokasi pembangunan bendungan Temef. Hal itu disampaikan kepada rombongan Pansus saat gelar kunjungan.

Baca Juga :   Kondisi Gedung RSP Boking Rusak, Pemkab TTS Tetap Resmikan

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan masyarakat menerima pembangungan bendungan tetapi sampai saat ini tidak ada protes maupun penolakan. Karena itu ia meminta pemerintah segera membayar ganti rugi lahan kepada masyarakat.

“Kami sudah sosialisasi tentang ganti rugi lahan karena itu kami harap DPRD suarakan ini agar tidak ada tuding menuding ditengah masyarakat”,ujarnya

ia menjelaskan data kepemilikan lahan sudah diserahkan ke Dinas PRKP namun masih ada sedikit perubahan.

Ketua Pansus, Marthen Tualaka menilai pembebasan lahan pada lokasi pembangunan Temef cukup lambat. Padahal kegiatan fisik sudah mencapai 71 persen lebih. Karena itu dirinya minta pihak Balai Wilayah Sungai NTT harus mempercepat proses pembebasan lahan.

Sementara itu Wakil Ketua Pansus,Uksam Selan mengatakan sangat mendukung agar pembangunan bendungan Temef selesai untuk dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya karna lokasi pembangunan ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan melibatkan Dinas PRKP sehingga pihaknya perlu melakukan pengawasan. Dirinya minta dilakukan pendataan dan verifikasi yang baik untuk memperlancar proses pembebasan.

Baca Juga :   Masyarakat Petani Ajak Sehati Ikut Panen Raya

“Kami harap Pemerintah Desa membantu Pemda dalam pendataan sehingga saat dilakukan verifikasi tidak ada hambatan dalam ganti rugi kepada masyarakat”, ujar Uksam.

  • Bagikan