Beranda Kesehatan Pemda Kukuhkan Forum Anak Kabupaten TTS

Pemda Kukuhkan Forum Anak Kabupaten TTS

3359
0

SOE, Flobamora-news.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) besama Forum Anak Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan untuk memperingati hari anak nasional (HAN) 2021. Pasalnya perayaan ini sesuai dengan tema HAN 2021 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”,.
Puncak perayaan berlangsung di rumah jabatan (Rujab) Bupati yang ditandai dengan pengukuhan badan pengurus Forum Anak TTS periode 2021-2023 pada Jumat (23/7).

Bupati, Egusem Piether Tahun selaku Pembina forum anak membacakan surat keputusan Bupati TTT, nomor 168/AK/2021, tanggal 21 Juli 2021, dengan menghadirkan 2 orang saksi yakni Robinson Liunokas, SH. M. Si selaku sekretaris Dinas PPPA Kabupaten TTS, Dan Sovia Emilia Una, S.Pt selaku kepala bidang tenaga pemberdayaan gender dan pemberdayaan perempuan TTS. 

Berikut ini nama-nama yang dikukuhkan Bupati TTS ;
1. Chindy Ahia Pricilia Benu (ketua)
2. Karel Aan Nahas (Sekertaris)
3. Ismunandar P. Putra.  Ambo Ufe ( duta anak putra TTS)
4. Dian Inazty Rambu Awa Tahun ( duta anak putri TTS)

Agnes L. S. Fobia, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas P3A mengatakan, melalui Forum Anak TTS, kami berharap kreativitas anak di Kabupaten TTS terus berkembang dengan baik sehingga suara dan aspirasi anak dan kaum muda yang bermakna dapat tersampaikan.

Dalam rangkaian HAN 2021 yang telah dimulai sejak 7 Juli sampai dengan tanggal 21 Juli 2021, forum anak pun turut melakukan aksi nyata ke lokus stunting di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara. Ada16 orang anak stunting yg berhasil ditemui dari 48 orang anak di desa ini yang mengalami stunting serta 9 orang ibu hamil.

Desa Ajaobaki sendiri merupakan salah satu desa lokus stunting dari 25 yang ada di Kabupaten TTS. Dinas P3A merupakan salah satu tim konvergensi stunting bersama forum anak menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak stunting. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemutaran film tentang stunting, film tentang informasi cara penularan dan pencegahan COVID-19 dan pembagian 50 paket kebersihan diri kepada anak. 

Agnes L. S. Fobia, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas P3A TTS, mengatakan, “Perayaan HAN 2021 bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak di TTS melalui forum anak sebagai wadah partisipasi anak untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan di wilayah ini, dengan melaksanakan beberapa kegiatan yang adalah hasil kreativitas dan dilaksanakan oleh mereka sendiri,” lanjut Linda. 

Pandemi COVID-19 telah berdampak besar pada kehidupan anak-anak di Indonesia. Selain beresiko tertular COVID-19, pandemik ini juga berdampak besar pada kehidupan sosial anak. Peningkatan kasus kematian menyebabkan semakin banyak anak kehilangan pengasuhan. Diperkirakan, 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua atau pengasuhnya akibat COVID-19 selama 14 bulan pertama pandemik. 

Muhammad Thamrin, PIA Manager Plan Indonesia mengungkapkan, “Hari Anak Nasional kali ini harus menjadi pengingat bahwa anak Indonesia perlu mendapatkan perlindungan terutama di tengah tingginya angka kasus COVID-19 yang berdampak pada kehidupan mereka. Sesulit apapun keadaannya, hak-hak anak tetap harus perhatikan dan terpenuhi serta dilindungi,” jelas Thamrin. 

Rangkaian kegiatan HAN 2021 di Soe juga diramaikan dengan lomba mewarnai untuk para murid pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan anak sekolah dasar (SD) kelas 2. Ada pula lomba cipta dan baca puisi bagi murid sekolah menengah pertama (SMP) dan Madrasah Sanawiah (M.Ts), sekolah menengah umum (SMU) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), lomba TikTok bagi murid SMP/M.Ts, SMU, dan SMK se-Kota Soe. Seluruh kegiatan yang berlangsung dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan 5M. 

Sekilas Yayasan Plan International Indonesia (Plan International adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Kami memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra. Plan International bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, ekslusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.

Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu. Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak. Saat ini kami bekerja di lebih dari 70 negara. (Yor.T)


Reporter: YOR T


Komentar