Pemerintah Gelar Rapat Terbatas Bahas Penanganan  Pandemi Covid-19


  • Bagikan

JAKARTA, Flobamora-news.com – Pemerintah gelar rapat terbatas guna membahas tentang penanganan Pandemi Covid-19. Pasalnya rapat tersrbut dibahas tentang peningkatan penyebaran virus Covid, penanganan pasien dan Vaksinasi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada, Senin (21/6/2021).

Usai mengikui Ratas, Menteri mengatakan Covid-19 terus meningkat, hal ini disebabkan oleh mobilitas penduduk selama lebaran, varian baru yang lebih cepat menyebar, dan protokol kesehatan yang semakin longgar.

Swipe up untuk membaca artikel

Beberapa upaya penyelesaian yang pemerintah lakukan antara lain dengan mewajibkan penggunaan masker secara konsisten untuk mengindari penularan dan menurunkan severity. Selain itu, pengaktifan protokol “social distancing” dengan pembatasan jam operasi mall, pasar, restoran dan pelarangan aktifitas dengan kerumunan.

Upaya yang dilakukan antara lain dengan menerapkan Work from Home, membatasi pertemuan/rapat tatap muka, dan pembatasan perjalanan dinas.

Selanjutnya, untuk hari libur dan peringatan keagamaan pemerintah melakukan pembatasan/pelarangan sholat Id di masjid/lapangan serta pelarangan mudik Idhul Adha. Selain itu, pemerintah juga menerapkan PKMM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Baca Juga :   Korem 161/Wira Sakti Ikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Progjagar Bidang Logistik

Dalam penanganan pasien, Meteri mengatakan Bappenas telah mengkaji empat provinsi dengan kenaikan kasus baru tertinggi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Bengkulu dan Aceh. Penanganan yang pemerintah lakukan pada penderita sedang dan berat yaitu dirawat di Rumah Sakit. Sedangkan untuk penderita ringan dilakukan dengan isolasi mandiri dengan jaminan obat dan suplemen/vitamin melalui anggaran BOK Puskesmas. Pemerintah juga telah melakukan penetapan Rumah Sakit di didekasikan khusus untuk Covid-19 .

Untuk penanganan isolasi mandiri, setiap Kabupaten/Kota dan provinsi menyediakan gedung isoman seperti hotel dan asrama, hal ini dilakukan untuk memudahkan kontrol oleh tenaga kesehatan, memudahkan penyediaan obat dan suplemen, serta menghindari kontak dengan keluarga. Berikutnya adalah penyediaan data ketersediaan tempat tidur isolasi yang bisa diakses setiap Rumah Sakit dan masyarakat.

Dalam hal vaksinasi Covid-19, pemerintah menjamin dan menambah ketersediaan vaksin, serta mempercepat pelaksanaan vaksin gotong royong.

Adapun prioritas vaksinasi antara lain penduduk usia 50 tahun keatas, hal ini dilakukan untuk menekan kematian dan hospitalisasi, prioritas selanjutnya adalah wilayah perkotaan dengan lonjakan tinggi.

  • Bagikan