Pemerintah NTT Dukung Lanjutan Program INOVASI

  • Bagikan

KUPANG, Flobamora-news.com – Pemerintah Provinsi berharap, agar keberhasilan Program INOVASI di Sumba bisa direplikasi oleh 17 kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai mitra koalisi, kami siap untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Kedutaan Besar Australia.

Demikian kata Asisten Bidang Pemerintahan, Drs. Jamaludin Ahmad, MM saat membacakan sambutan Gubernur NTT dalam pertemuan tim pembina Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT hari ini, Kamis (27/6/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Emma Blanch, second secretary DFAT Kedutaan Besar Australia, Mark Heyward, Direktur Program bersama tim INOVASI. Turut hadir Moch. Abduh, Ph. D selaku Kepala Pusat Penilaian Pendidikan pada Badan Penelitian dan Pengembangan bersama Romi Siswanto, perwakilan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Perwakilan dari lokasi penerima program, hadir Wakil Bupati Sumba Timur dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, perwakilan dari Sumba Barat dan Sumba Tengah bersama masing-masing perangkat daerah terkait.

Pertemuan terkait program pendidikan, kemitraan antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia itu, mengusung tema ‘Kesiapan kabupaten sedaratan Sumba dalam pelembagaan hasil rintisan INOVASI, guna peningkatan hasil belajar anak-anak.’ Forum tersebut membahas kesiapan empat kabupaten di daratan Sumba dan Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS) untuk mengambil-alih hasil rintisan program, yang sudah berjalan selama 18 bulan.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd meyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemerintah Australia. Sekalipun urusan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi merasa berkepentingan untuk mendukung suksesnya program itu.

“INOVASI dalam waktu yang singkat telah menerapkan kegiatan-kegiatan spesifik, dapat meningkatkan mutu pendidikan dasar. Harapan kami, bisa disinergikan dengan misi pemerintah provinsi untuk meningkatkan mutu pendidikan menengah di NTT,” kata Benyamin seraya mengharapkan kontribusi pemikiran peserta forum, untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Untuk diketahui, program yang resmi ditandatangani kesepakatannya pada 2 November 2017 itu akan segera berakhir. Hingga akhir 2018, Program INOVASI telah melaksanakan tujuh kegiatan rintisan di Sumba yaitu literasi dasar, membaca di kelas awal, perpustakaan ramah anak, bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas awal, kepemimpinan dalam pembelajaran, guru BAIK serta pendidikan inklusif.

  • Bagikan