Beranda Hukum & Kriminal Pemilik Rumah Polisikan Direktur PT Dafe Putri Pratama Mandiri Kupang 

Pemilik Rumah Polisikan Direktur PT Dafe Putri Pratama Mandiri Kupang 

322
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Pemilik rumah Nikolas J. Pello melaporkan Komisaris Utama PT. Dafe Putri Pratama Mandiri, Frid Jery Bessie ke Polres Kupang Kota. Ia dilaporkan karena  diduga melakukan pengrusakan rumah warga di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, NTT, Sabtu (30/5/2020)

Laporam dugaan pengrusakan dengan bukti laporan Nomor: LP/B/603/STTLP/V/2020/SPKT Resor Kupang Kota.

Kuasa hukum Nikolas, Petrus Ufi, mengatakan, laporan dugaan perusakan itu berawal dari sekelompok massa mendatangi lokasi pada Sabtu (30/5/2020) sekitar pukul 11.30 wita dan membongkar paksa rumah milik Nikolas.

“Kita tanyakan, ternyata yang perintah pembokaran rumah itu, Frid Besi, dan kita langsung laporkan pidana pengrusakan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

“Sesuai pengakuan kliennya, sebelum pengrusakan, Jumat (29/5/2020), kliennya menegur beberapa pekerja yang sedang membangun pembuangan air sampah yang jatuh persis di rumah Nikolas. Saat itu, Nikolas pun langsung menghubungi Frid Besi untuk membicarakan persoalan itu”, jelas Nikolas

“Kita keberatan karena pembuangan itu jatuhnya persis di rumah orang. Ditunggu untuk bicara baik-baik, tetapi tidak diindahkan. Besoknya, tiba-tiba ada massa datang dan membongkar paksa rumah Nikolas,” katanya.

Ia mengatakan, kasus dugaan pengrusakan juga pernah dilaporkan kliennya pada 2017 lalu. Namun, menurut penyidk, kasus itu masuk ranah perdata sehingga laporannya tidak diproses.

Frid mengklaim, rumah klienya itu berada di atas lahan miliknya. Tetapi ironisnya, kliennya mengantongi surat-surat tanah dan menguasai lahan itu sejak 1985.

“Kalau dia (Frid) merasa rumah itu di atas lahan dia, harus gugat lewat ranah perdata. Ini kan sudah pakai massa preman, seandainya terjadi bentrok di lapangan siapa yang disalahkan. Jangan pakai tenaga preman untuk menakuti orang untuk membuat tindakan kriminal,” katanya.

Ia meminta penyidik bertindak profesional memproses tuntas kasus itu sesuai hukum yang berlaku.

“Jangan tebang pilih. Laporan tahun 2017 tidak diproses dan gantung sampai sekarang, sehingga orang merasa berani melakukan tindak pidana,” tutupnya.


Reporter: Tim


Komentar