Beranda Kesehatan Pemkab Belu Minta Masyarakat Ikuti Anjuran WHO  

Pemkab Belu Minta Masyarakat Ikuti Anjuran WHO  

401
0

Foto: Bupati dan Wakil Bupati Belu

ATAMBUA, Flobamora-news.com – Pemetintah Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur menghimbau agar Masyarakat mengikuti anjuran Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO). Anjuran adalah wajib memakai masker sebagai langkah konkrit masyarakat setempat mencegah dan menangani Virus Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu Cristoforus Melianus Loe Mau dalam rilisnya yang disebar kepada media, Sabtu (11/04/2020), menjelaskan, sebagai langkah-langkah konkrit pencegahan dan penanganan wabah Covid-19, masyarakat Kabupaten Belu wajib memakai masker.

“Ini arahan Presiden RI Joko Widodo seperti yang dianjurkan WHO”, kata Melianus.

Dalam hal masker, Cristoforus Melianus yang diakrabi Meli itu menjelaskan, masker yang dipakai adalah masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis. Sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Belu itu mengatakan, perkembangan data monitoring Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belu hingga Sabtu (11/04) siang nihil.

Meskipun demikian, Kabag Meli mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Belu tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah saja.

Selain itu, masyarakat setempat diimbau tetap menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun.

Sedangkan warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 diminta melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam. Selanjutnya, mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

“Isolasi diri berarti lindungi diri dan lindungi sesama”, tandas Meli.

Sesuai data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu, hingga Sabtu, 11 April 2020 pukul 14:00 wita, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam Pantauan (PPBP) sebanyak 784 orang.

Jumlah ini menurun sebanyak 11 orang dari jumlah sehari sebelumnya, Jumat (10/04) sebanyak 795 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 58 orang. Jumlah ini berkurang 21 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP per Sabtu (11/04) sebanyak 37 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.


Reporter: Humas


Komentar