Beranda Nasional Pemuda Belu Nyatakan Perang Melawan Ungkapan Kebencian

Pemuda Belu Nyatakan Perang Melawan Ungkapan Kebencian

463
0

BELU, Flobamora-news.com – Sejumlah Organisasi Pemuda Belu yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Pemuda Belu-NTT (Alop NTT) menyatakan perang melawan segala bentuk ungkapan kebencian yang bertujuan memecah belah keutuhan NKRI.

Hal ini diungkapkan koordinator Umum Alop NTT, Feros Naiaki di sela aksi demo yang adakan di Lapangan Umum Atambua, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL, Sabtu (24/8/2019).

Ketegasan menyatakan perang melawan segala bentuk ungkapan kebencian ini dilakukan para pemuda Belu karena merasa miris dan sedih dengan situasi nasional hari ini, di mana ada beberapa pemimpin agama yang mengajarkan kebencian terhadap agama lain kepada umatnya.

Feros menuturkan bahwa sebagai pemuda bangsa Indonesia yang waras, sudah seharusnya menyatakan perang melawan segala bentuk ujaran kebencian yang bertujuan untuk memecahkan keutuhan NKRI.

“Indonesia Merdeka Karena perjuangan dari berbagai golongan Ras, Suku, dan Agama. Karena itu, sebagai anak Bangsa Indonesia, dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, wajib hukumnya untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Lebih lanjut Feros menegaskan kepada para pemimpin dan tokoh agama agar tidak membuat atau mengajarkan kebencian terhadap agama lain kepada umatnya.

Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam pernyataan sikap Alop NTT. Berikut pernyataan sikap Alop NTT: pertama Kami mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk segera menyikapi persoalan ini secara serius agar tidak memecah belah keutuhan NKRI.

Kedua, Kami mendesak pihak Polri untuk segera menindaklanjuti laporan dari berbagai dari berbagai elemen terkait video penistaan agama oleh Ustad Abdul Somad.

Ketiga, Kami meminta kepada pihak kepolisian RI agar memproses Hukum UAS secara terbuka.

Keempat, Kami meminta Pihak POLRI untuk mencekal UAS agar tidak bepergian ke Luar Negeri selama proses hukum masih berjalan.

Kelima, Kami mendesak UAS untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh umat Kristiani yang ada di Seluruh Dunia

Keenam, Kami Meminta kepada semua pimpinan dan tokoh agama yang ada di Seluruh Indonesia agar tidak mengajarkan umatnya membenci agama lain.

Ketujuh, Kami meminta kepada Seluruh umat Kristiani di Indonesia, Khususnya umat yang berada di Perbatasan RI-RDTL agar tidak terpancing dan terprovokasi atas pernyataan UAS dalam Video yang sementara Viral di Media sosial.

Untuk diketahui, Aliansi Organisasi pemuda Belu NTT terdiri dari beberapa organisasi antara lain: PMKRI, GMNI, THS-THM Wilayah Belu Utara Distrik Keuskupan Atambua, Forkoma PMKRI, Pemuda Katolik, Forpelita Belu, Pemuda Ansor, dan Pemuda Gereja Bhetel Indonesia.

Pantauan media, aksi damai yang dilakukan oleh Alop NTT dimulai dengan orasi yang dilakukan oleh perwakilan dari masing-masing organisasi. Usai orasi, dilanjutkan dengan menyalakan 1000 lilin, doa bersama, dan pembacaan pernyataan sikap Alop NTT. Selain itu, ada penandatanganan petisi yang direncanakan akan dikirim kepada Presiden Joko Widodo.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar