Beranda Hukum & Kriminal Pemuda SB Diduga Lakukan Persetubuhan Dengan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

Pemuda SB Diduga Lakukan Persetubuhan Dengan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

268
0

Foto: pelaku persetubuhan Sefanya Banao 

KUPANG, Flobamora-news.com – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terus meningkat. Pasalnya di Desa Fatukona Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah terjadi kasus Persetubuhan Terhadap Anak Gadis Dibawah Umur diduga dilakukan oleh Sefanya Banao akibatnya Melati (16) hamil,

Merasa tidak puas dengan kejadian tersebut Om kandungnya (Pamannya) Sani Sanam (42) melaporkan kejadian tersebut ke Poksek Takari dengan disaksikan oleh Jidro Banao, Nardi Banao dan Ati Suan pada, Rabu (8/7/2020).

Hal ini sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 24 / VII / 2020 / NTT / Sektor Takari, tanggal 8 Juli 2020.

Kronologis kejadian :
Berawal pada hari Jumat tgl 3 Juli 2020 sekitar pkl 10.00 wita pelapor yg adalah paman kandung korban pergi ke Desa Kiuoni kec. Fatuleu. Sampai di tengah perjalanan pelapor dihadang oleh saudara Lisa Sabloit dan berkata kepada pelapor ” _coba kaka tanya Melati bilang siapa yang kasih hamil dia_ ” lalu pelapor melanjutkan perjalanan ke Desa Kiuoni. Sampai disana pelapor tidak bertemu dengan korban. Kemudian pada hari Selasa tgl 7 Juli 2020 pelapor menghubungi korban via telepon dan menyuruh korban untuk datang ke rumah pelapor di kota kupang. Pada saat korban sudah datang di rumah pelapor kemudian pelapor menanyakan siapa yang menghamilinya, lalu korban menceritakan kepada pelapor bahwa yang telah menghamili korban adalah Sefanya Banao. korban telah hamil sejak bulan januari 2020.

Pelaku Sefanya Banao dilaporkan oleh paman korban karena diduga telah nelakukan tindakan persetubuhan dengan korban Melati. Akibat perbuatan tersrbut korban hamil. Atas perbuatan tersebut maka pelapor melaporkan kejadian ini ke Polsek Takari untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Saat mendapatkan laporan tersebut pihak Polsek Takari mengambil tindakan berdasarkan laporan dengan membuat laporan Polisi, mengamankan pelaku, memeriksa saksi-saksi dan melakukan visum et repertum (VeR) terhadap korban.

Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 ttg Perlindungan Anak. (R) dgn ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Reporter: TEAM


Komentar