Beranda Opini Pendidikan Merespon Pandemi Covid-19 Solusi: Mendikbud Harus Mengkoordinir Kepala Daerah

Pendidikan Merespon Pandemi Covid-19 Solusi: Mendikbud Harus Mengkoordinir Kepala Daerah

258
0

Oleh: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min Ketua Program Studi S2 T. Sipil Konsentrasi Manajemen konstruksi Universitas Pelita Harapan

BINTARO, Flobamora-news.com – Mencermati apa yang baru saja disampaikan Mendikbud RI tentang betapa penting peran orang tua mengijinkan anaknya masuk ke sekolah di saat Pandemi COVID-19, dan juga apa yg disampaikan oleh Kepala BNPB tentang pentingnya menerapkan Protokol Kesehatan saat Pandemi COVID-19, hal yang perlu dimengerti benar secara khusus dalam hal pendidikan, pertanyaan penting bagi kita semua adalah siapa yang harus berperan penting merespon Pandemi COVID-19? Apa solusi hal ini?

Solusinya adalah Mendikbud harus lebih optimal mengkoordinir Kepala Daerah. Beberapa pandangan para pakar yg setuju dengan sistem zonasi untuk memperbolehkan kegiatan tatap muka belajar, dan ada pula yang mencermati pandangan pakar tentang tidak setuju keputusan kegiatan tatap muka belajar berbasis zonasi, perlu dicermati serius. Saya sangat setuju dan merekomendasikan beberapa pemikiran tentang hal solusi di atas:

1. Belum ada manusia ataupun alat/sistem apapun mengetahui kapan Pandemi COVID-19 berakhir.

2. Sampai saat ini belum ada data yang optimal tentang dampak puncak Pandemi COVID-19 di seluruh Indonesia yang mencakup 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Faktanya, data terdampak COVID-19 masih meningkat dan dinamis

3. Urusan Pendidikan di setiap daerah adalah Tugas & Tanggung Jawab Kepala Daerah, bukan peran orang tua. Peran Pemerintah Pusat di daerah diwakilkan pelaksanaannya oleh Kepala Daerah. Ini adalah Perintah Undang-Undang.

4. Apa peran Mendikbud? Apa kapasitas Mendikbud di daerah? Pelaksana penyelenggaraan Pendidikan di daerah adalah Kepala Daerah. Dalam hal ini intensitas dan kualitas koordinasi Mendikbud bersama Kepala Daerah harus lebih baik. Mendikbud tidak dapat sepenuhnya memberikan ruang sebesar-besarnya bagi orang tua untuk keputusan proses tatap muka proses pembelajaran. Yang mengetahui karakter dan budaya daerah serta yang memiliki data terpapar COVID-19 adalah Kepala Daerah.

5. Proses pembelajaran dimulai dari TK, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan Perguruan Tinggi. Mendikbud harus mencermati hal ini tidak hanya di sekolah, namun juga di kampus.

6. Proses Pembelajaran saat Pandemi ini masih sesuai Ijin Penyelenggaraan Pembelajaran Sekolah/Program Studi yang berbasis Online.

7. Seluruh data di atas hulunya dimulai dari daerah, kemudian didokumentasi secara terintegrasi di Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI.

Salam sehat……Salam kuat….Salam Indonesia


Reporter: Ricky Anyan


Komentar