Beranda Hukum & Kriminal Penodongan Pistol ke Warga Memicu Konflik di Halilulik

Penodongan Pistol ke Warga Memicu Konflik di Halilulik

1149
0

Belu, Flobamora-news.com – Penodongan pistol yang dilakukan salah seorang Walpri calon petahana yang merupakan oknum polisi menjadi pemicu konflik di Halilulik pada, Sabtu (17/10/2020).

Konflik bermula saat konvoi yang dipimpin oleh Willy Lay dari titik kampanye yang berada di Dusun Umamakerek, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat hendak beranjak ke titik kampanye berikutnya di Dusun Haliserin.

Konvoi motor dimulai dari Tugu Saroja-Halilulik menuju Pasar Halilulik menuju titik kampanye berikut di Dusun Haliserin. Terdengar Yel-Yel Sahabat dikmandngkan. Beberapa orang lain dari rombongan konvoi juga berteriak, “Bakar… Bakar…bakar!”

Sesampai di pertigaan Halilulik Laktutus, tepatnya di pertigaan depan kerajaan Naitimu terjadi keributan.

Menurut pengakuan beberapa warga, dijalan yang hanya berukuran tiga meter itu, ada dua mobil yang parkir berlawanan arah sehingga lebar jalan semakin sempit.

Saat rombongan mendekati lokasi kejadian, banyak warga yang berlari keluar rumah untuk melihat konvoi yang dilakukan oleh Willy Lay, Cs. Sempat mereka saling canda dengan meneriakan nomor satu dan nomor dua. “Itu bukan maksud mengolok, tapi karena yang ikut konvoi itu kita saling kenal, makanya kita main gila,” ujar salah seorang pemuda yang berada di lokasi kejadian saat itu.

Canda yang kurang elok itu pun diamati oleh Yohanes Lopes. Karena itu pria yang akrab disapa bapak Jhon itu meminta warga untuk lebih tenang dan menghentikan candaan yang dianggapnya tidak baik. ”Kita harus bisa menghargai pilihan orang lain. Ini demokrasi,” tutur bapak Jhon kepada Warga.

Kan tetapi, karena tegurannya tak diindahkan masyarakat, bapak jhon lebih memilih untuk mengatur kendaraan yang lewat aggar tidak terjadi kemacetan. Dalam rombongan itu, ada salah seorang keponakannya yang masih membuat kebisingan dengan memainkan gas motor. Karena itu dianggap bisa memancing amarah masyarakat, maka bapak jhon menegur keponakannya itu agar berhenti membuat keisingan.

Bapak Jhon kaget ketika salah sorang Walpri dari Willy Lay berinisial NN yang juga merupakan anggota Polri itu datang dan menodongnya dengan pistol sembari berkata, “lu yang geng di sini ka?”

Melihat itu, sontak Bapak Jhon langsung balik dan menjawab NN, “hei… lu pakai pistol untuk mau ancam masyarakat ka?”

Melihat bapak Jhon yang merupkan salah satu tokoh masyarakat di tempat tersebut diancam dengan menggunakan Pistol, para warga yang berada di sekitar jalan, baik laki-laki maupun perempuan langsung spontan menyerang NN. NN sempat di pukul oleh warga, namun akhirnya berhasil melarikan diri.

Jhon pun langsung berusaha menengkan masa yang makin brutal mengejar NN. Sedangkan di tempat lain, beberapa warga lain coba mengamankan Willy Lay dari amukan massa. “Saya saat itu kaget melihat Pak Willy juga menggunakan motor. Karena itu saya langsung menuju ke pa Willy dan meminta dia untuk tetap berada di dekat saya. Saya pun berusaha melindungi pak Willy dan mmeinta di untuk mengikuti saya perlahan-lahan. Setelah melihat situasi yang memungkinkan, saya pun minta pak Willy untuk segera lari,” ungkap Damianus Banunaek yang biasa disapa Aming.

Setelah roombongan konvoi bubar, situasi di lokasi kejadian pun kembali normal. Hanya saja Jhon sangat menyesalkan sikap Walpri yang mengundang amarah massa.

“Kalau NN tidak keluarkan senjata dan menodong saya, mungkin tidak seperti itu kejadiannya. Saya tidak tahu kenapa dia harus pakai senjata untuk ancam saya? Padahal saat itu, saya berusaha untuk menennggkan masa dan juga mengatur agar tidak terjadi kemacetan,” kesal Bapak Jhon.

Terkait dnegan isu adanya pelemparan mobil salah saru Anggota DPRD yang ikut dalam rombongan konvoi, Bapak Jhon membantah hal tersebut. Menurutnya tidak ada aksi lempar mobil. “Kalau ada yang lempar, mungin saya dengan Aming yang ada saat itu juga pasti kena lempar,” ungkapnya.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar