Beranda Olahraga Pergatsi NTT Dukung PB Pergatsi Perjuangkan Cabor Gateball Sebagai Peserta PON Papua...

Pergatsi NTT Dukung PB Pergatsi Perjuangkan Cabor Gateball Sebagai Peserta PON Papua 2021

503
0

Foto: Sekum. Pengprov. Pergatsi NTT : Fransiskus K. Samon, S.PT

KUPANG, Flobamora-news.com – Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) NTT mendukung penuh PB Pergatsi untuk memperjuangkan cabang olah raga (Cabor) Gateball sebagai peserta PON Papua tahun 2021. Hal ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum Pengprov. Pergatsi NTT) Fransiskus K. Samon, SPT usai mengikuti rapat/diskusi secara virtual dengan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergatsi Puja Samedhi bersama seluruh Sekum Pengprov. Pergatsi se-Indonesia pada, Selasa (26/5/2020).

Dalam rapat virtual dimaksud Pengprov. Pergatsi NTT melalui Sekumnya Frans Samon menyampaikan 3 (hal) penting sebagaimana arahan Ketua Umum Pengprov Pergatsi NTT Bpk. Dr. Ir. Andre W. Koreh, MT, yakni :

1) meminta PB Pergatsi tetap memperjuangkan agar Cabor Gateball dapat menjadi peserta PON Papua 2021;

2) bahwa dengan adanya pandemi covid 19 saat ini kiranya PB Pergatsi dapat membuat sebuah pedoman sebagai acuan dalam pelaksanaan latihan maupun pertandingan (kejuaraan) gateball dengan tetap mentaati protokol kesehatan covid 19;

3). Perlu segera dilaksanakan rapat kerja nasional secara virtual dengan melibatkan seluruh Pengprov/Pengkab/Kota untuk memutuskan hal-hal strategis termasuk gateball sebagai peserta PON Papua 2021.

“Perlu diketahui bahwa cabor gateball sebelumnya telah masuk dalam daftar cabor sebagai peserta PON Papua 2020, sehingga telah dilakukan Pra PON di Sumatera Utara pada tahun menjelang akhir 2019 dan NTT berhasil meloloskan 1 (satu) nomor triple campuran ke PON Papua 2020. Namun dalam perjalanan waktu PB PON Papua mencoret cabor gateball bersama 9 cabor lainnya dari daftar peserta PON Papua. Pelbagai upaya telah dilakukan oleh ke-10 cabor yang dicoret tersebut antara lain dengan tetap masuk sebagai peserta PON namun lokasi pertandingannya di luar Papua, yakni di Provinsi Jawa Timur namun pelbagai upaya tersebut tetap tidak mencapai hasil apapun. Lebih lanjut menurut Frans Samon bahwa seiring dengan penundaan pelaksanaan PON Papua 2020 karena wabah pandemi covid 19 ke tahun 2021, maka kita masih ada waktu untuk memperjuangkan kembali bersama PB Pergatsi agar cabor gateball pun kembali diterima sebagai peserta PON Papua 202”, jelas Frans.

“Untuk itu Pengprov. Pergatsi NTT mendukung sepenuhnya PB Pergatsi untuk mengambil langkah strategis guna mendukung upaya ini yang secara bulat didukung oleh seluruh Pengprov. Pergatsi se-Indonesia”, kata Frans Samon.

Memang diakui oleh Frans Samon selaku Sekum Pengprov Pergatsi NTT bahwa cabor Gateball memiliki prospek ke depan yang sangat bagus bagi perkembangan dan prestasi olahraga di daerah NTT. Hal ini bisa dilihat dari beberapa prestasi yang dipersembahkan para atlit gateball NTT, di mana dalam beberapa even/kejuaraan skala nasional maupun regional Tim Gateball NTT selalu mempersembahkan medali emas, salah satu contohnya di PON Jawa Barat tahun 2016 yang lalu walaupun sebagai cabor ekhsibisi tapi sudah mendapat prestasi emas dengan 1 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. Sedangkan dalam kejuaraan nasional dan kejuaraan tingkat regional/ wilayah, tim gateball NTT pun selalu mendulang prestasi emas serta selalu diperhitungkan sebagai Tim kuat oleh Tim gateball dari Provinsi lainnya dan yang terakhir berhasil meloloskan 1 Tim ke PON Papua walaupun kepesertaan cabor ini masih terus diperjuangan untuk lolos sebagai peserta PON Papua 2021.

Salah satu upaya PB Pergatsi ke arah itu adalah melaksanakan rapat terbatas melalui virtual yang dipimpin oleh Sekjen PB Pergatsi dengan seluruh Sekum Pengprov Pergatsi se-Indonesia untuk mendiskusikan beberapa hal penting terkait rencana pemberlakuan era new normal oleh Pemerintah khususnya dalam pelbagai kegiatan yang berkaitan dengan Pergatsi (gateball). Beberapa kesepakatan strategis yang dihasilkan dalam rapat dimaksud antara lain :

1. PB Pergatsi sepakat dengan usulan bulat seluruh peserta rapat agar cabor Gateball dapat menjadi peserta dalam PON Papua 2021, sehingga PB Pergatsi akan mengambil langkah serius melalui beberapa upaya, yakni a). Segera menghimbau Pengprov. Pergatsi Papua agar terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan Gubernur Papua dan KONI Papua selaku PB PON agar penyediaan lahan untuk venue gateball dapat disiapkan oleh daerah; dan b). PB Pergatsi akan berkoordinasi dengan Menpora, Ketua Umum KONI Pusat dan Gubernur Papua untuk mendorong dimasukkan gateball sebagai peserta dalam PON Papua 2021. (point 1 ini sebagai Plan A);

2. Jika Plan A ini tidak terwujud, maka akan ada Plan B yakni akan diselenggarakan even khusus sebagai pengganti PON yang mempunyai nilai prestise setara PON untuk 10 Cabor yang dicoret dari PON Papua (termasuk gateball) seperti yang dijanjikan oleh KONI Pusat;

3. PB Pergatsi akan secepatnya menyusun/ merumuskan panduan/ juknis pertandingan dan latihan gateball di tengah pandemi covid 19 dengan mengikuti protokol kesehatan, sebagai panduan dalam kegiatan kejuaraan gateball pada bulan September s/d Desember 2020 dalam situasi era new normal di tengah pandemi covid 19;

4. Terkait usulan Rakernas PERGATSI, direncanakan akan dilaksanakan secepatnya setelah pelantikan PB Pergatsi periode 2020–2024, sekaligus juga akan diselenggarakan Munas PERGATSI untuk perubahan beberapa item pada AD/ART sesuai usulan dan fakta lapangan yang ada;

5. Agar terus dilakukan pembinaan dan pengembangan olahraga gateball di wilayah Provinsi/Kab/Kota termasuk penguatan dan pengembangan kelembagaan Pengurus (Pengprov dan Pengkab) maupun dukungan penguatan anggaran, sarana maupun prasarana penunjang gateball;

6. Terkait rencana PORNAS Pergatsi tahun 2021 di Sumatera Selatan, di mana jika Cabor Gateball jadi dipertandingkan dalam PON Papua, maka even Pornas dimaksud akan diundur pelaksanaannya ke tahun 2022.

Demikian yang dapat disampaikan.Terimakasih dan Salam Gateball. …. Sekum. Pengprov. Pergatsi NTT : Fransiskus K. Samon, S.PT


Reporter: Ricky Anyan


Komentar