Beranda Nasional Peringatan Dini Potensi Ancaman Bahaya Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia

Peringatan Dini Potensi Ancaman Bahaya Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia

685
0

JAKARTA, Flobamora-news.com – Menanggapi kejadian bencana hidrometeorologis yang melanda sejumlah titik di wilayah Jabodetabek, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat awal tahun 2020 serta menindaklanjuti:

1. Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Jabodetabek” pada tanggal

2. Januari 2020 di Graha
BNPB, bahwa berdasarkan data yang disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat prediksi cuaca ekstrim tahun 2020 di wilayah Jabodetabek, yaitu:

1. Tanggaı 11 – 15 Januari 2020;
2. Akhir Januari – awal Februari 2020;
3. Pertengahan Februari 2020.

Untuk mencegah meluasnya dampak kejadian yang ditimbulkan akibat kejadian yang disebabkan oleh curah hujan ekstrimı kami harapkan Bapak/Ibu/Saudara di jajaran BPBD Provinsi melakukan hal sebagai berikut:

1. Mengantisipasi timbulnya dampak bencana akibat tingginya curah hujan sepetti banjirı banjir bandang dan tanah longsor dengan melakukan aksi penguatan kesiapsiagaan dan peringatan dini, sepeti melakukan pengecekan atau inspeksi sarana dan prasarana untuk mencegah terjadinya banjir sepeti saluran air, pompa, tanggul-tanggul kritis, pintu air, serta melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat;

2. Berkoordinasi dengan BMKG, BIG, PVMBG, Dinas PU Provinsi, TNI/Polri dan tokoh masyarakat bersama dengan stakeho/derlainnya untuk mendapatkan informasi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi;

3. Mengambil langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama masyarakat menghadapi ancaman bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor di daerah masing-masing dengan menyiapkan sumber daya dan sistem informasi daerah terutama pada daerah berkumpulnya masyarakat seperti tempat wisata, rumah sakit, pasar, dan fasiltas umum lainnya;

4. Mengaktifkan rencana kontingensi menghadapi ancaman banjir, banjir bandang dan tanah longsor serta menyusun rencana operasi atau SOP-nya dengan melibatkan seluruh stakeho/der (pentahelix);

5. Menetapkan status darurat bencana dan mengaktitkan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko Provinsi), yang dilengkapi radio komunikasi dan terkoneksi ke Pusdalops BNPB di Jakarta;

6. Koordinasi penanganan danurat bencana, segera hubungi Pusdalops PB BNPB yang beralamatkan di JI. Pramuka Kaviing 38, Jakarta Timur dengan nomor telepon 08121237575 dan fax (021) 2128 1200. Bidang Pencegahan.

 


Reporter: DPP KAMIJO


Komentar