Beranda Ekonomi Bisnis Perjuangan Nenek Maria Bela Menjaga Gua Lourdes dari Upah Rp 50.000 Hingga...

Perjuangan Nenek Maria Bela Menjaga Gua Lourdes dari Upah Rp 50.000 Hingga Rp 500.000

234
0

MALAKA, Flobamora-news.com –  Sosok Nenek Maria Bela. Wanita paruh baya berusia 72 tahun ini merupakan penjaga setia gua Lourdes sejak tahun 2000 silam..Bagi umat katolik yang pernah berdoa di gua Lourdes Ina Maria Nain Feto Malaka, pasti tidak asing dengan beliu, karena beliau menjaga gua Luoders sejak tahun 2000.

Nenek Maria Bela merupakan penjaga kedua sejak gua Bunda Maria itu dibangun. Sebelumnya, gua itu dijaga oleh kedua orangtuanya secara sukarela. Setelah kematian orangtuanya, nenek Maria menggantikan pekerjaan itu bersama suaminya, Edmundus Mauk.

Setiap hari, pasangan suami isteri ini merawat dan memelihara gua Bunda Maria secara sukarela. Seiring berjalannya waktu, pekerjaan pasutri ini mendapat perhatian gereja paroki Betun. Mereka diberi upah Rp 50 ribu sebagai upah awal. Kini, pihak paroki telah menaikan upah menjadi Rp 500 ribu.

Hari-hari, kedua pasutri ini menghabiskan waktunya di tempat ini. Mereka tak persoalkan upah atau apapun. Bagi mereka, membersihkan rumah Bunda Maria untuk umat yang berdoa adalah tugas mulia.

Namun, di penghujung tahun 2000, duka menimpa keluarga sederhana ini. Suami nenek Maria, Edmundus Mauk, meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

Kepergian suami tercinta, tidak menyurutkan semangat nenek Maria Bela. Kebutuhan hidup ketiga anaknya menjadi tanggungjawabnya. Diumur yang tidak lagi muda, ia harus siap menjadi tulang punggung keluarga.

“Anak-anak waktu itu masih kecil. Saya terus berjuang hingga sekarang semuanya sudah berkeluarga,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Selain upah dari paroki gereja, nenek Maria juga sering mendapat rejeki dari para pengunjung di gua Maria. Uang itu disisihkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama anak-anaknya.

Di tengah pendemi Covid-19, nenek Maria terus melakukan aktivitasnya di gua itu. Apalagi, bulan Mei merupakan bulan Rosario, bulan penghormatan untuk Bunda Maria bagi orang katolik.

“Dari jam 7.00 – 16.00 WITA saya membersihkan halaman gua, karena setiap hari pasti ada pengunjung yang datang berdoa,” katanya.

Biasanya, doa Rosario dilakukan di kelompok basis secara bergilir setiap malam dari rumah ke rumah. Namun, karena wabah virus corona atau Covid-19, doa Rosario tahun ini dilakukan secara pribadi atau keluarga di rumah masing-masing.

“Ini rumahnya Bunda Maria, saya selalu setia membersihkan untuk siapa saja yang datang berdoa. Sebagai orang katolik, saya selalu berdoa Rosario, semoga dunia segera pulih dari Covid-19,” pungkasnya.

 


Reporter: DT/OK


Komentar