Beranda Politik Persiapan Muktamar ke V, PKB NTT Dukung Muhaimin Iskandar

Persiapan Muktamar ke V, PKB NTT Dukung Muhaimin Iskandar

367
0
KUPANG,  Flobamora-news.com –DPW PKB NTT melaui Rapat Pimpinan Wilayah ke-XI adalah sebuah forum konsolidasi internal partai sebagai persiapan menuju MUKTAMAR PKB Ke V secara kolektif telah memutuskan untuk menyatakan Kebulatan Tekad dan dukungan kepada Kepemimpinan Bapak Dr (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si.
Keputusan Kolektif DPW dan DPC PKB se NTT mendukung Kepemimpinan Bapak Dr (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si. Dengan sejumlah alasan sebagai berikut :

1. KEPEMIMPINAN
Pertama, Secara personal, kepemimpinan Bapak DR (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, MSi . adalah penggerak spirit politik PKB. Penegasan identitas kepartaian baik secara ideologis, politis, maupun fisofis-spiritual, terus mengalami proses institusionalisasi yang semakin matang. Prinsip rahmatan lil Alamin, yang mendasari spirit perjuangan PKB terkonfigurasi secara tepat dalam sikap nasionalis dan religius yang membingkai kehidupan umat. Dengannya, elemen umat dapat mempersonifikasi diri dan menampilkan sosok ke-Indonesiaan-nya melalui wawasan kebangsaan yang kokoh.

Kedua, Pilihan-pilihan politik, keputusan dan berbagai kebijakan strategis, yang telah diambil oleh Ketua Umum DPP PKB DR (HC) H. A. Mahaimin Iskandar, MSi. dan Jajaran pengurus DPP PKB, telah membuktikan bahwa PKB adalah elemen politik bangsa yang berperan besar dalam seleksi dan suksesi kepemimpinan nasional. PKB bukan sekedar pengikut, tetapi pkb ADALAH pemain utama dan penentu arah.

Ketiga, Kita semua yakin bahkan percaya bahwa kita menjadi kuat karena kita bersatu. Bahwa selama kepemimpinan Bapak DR (HC) H A. Muhaimin Iskandar, MSi. tidak ada gesekan internal yang berpotensi mengorbankan kader-kader potensial partai. Kondisi ini memberi implikasi postitif pada dua hal. Bahwa secara internal, PKB sangat solid dan terus bekerja untuk mewujudkan program-program politiknya. Sebaliknya secara eksternal, PKB menuai kepercayaan publik yang menjadi modal politik lainnya dalam menghadapi kompetisi dan percaturan perpolitikan nasional. Yang lebih membanggakan tentunya, di PKB inilah bercokol orang-orang muda potensial yang mampu membidani lahirnya kepemimpinan nasional.

Keempat, Keaktifan PKB dalam berbagai dinamika politik dan juga silang-sengketa pemikiran, menjadikan sikap politiknya sebagai jalan tengah bagi persoalan bangsa. Secara ideologis, PKB menempatkan NKRI dan kepentingan kebangsaan sebagai harga mati dalam politik kepartaian. Dalam percaturan kekuasaan, PKB bisa saja menjalankan politik keberpihakan tetapi bukan oportunis. PKB dapat berperan sebagai penyeimbang tetapi tetap konsisten dengan prinsip-prinsip politik yang mendasarinya.

2. PROGRAM PERJUANGAN PARTAI
Pertama, semakin menguatnya hubungan simbiosis-mutualisme antara PKB dengan NU. Bahwa Muktamarin masih memiliki niat luhur untuk melakukan reformulasi hubungan ini secara lebih operasional maupun produktif, namun pada tataran praktek politik hingga saat ini, ideal yang dikehendaki sudah mewujud. Para tokoh politik, Para Kiai, berkolaborasi sangat apik dan aspiratif dalam menjadikan PKB sebagai media untuk mengekspesikan aspirasi keumatan. Dalam pernyataan, dalam pandangan, sikap serta responsnya terhadap situasi politik dan perkembangan sosial kekinian, PKB adalah icon yang paripurna dari Nasionalisme-religius yang khidmat melayani Ibu Pertiwi. Ini semua adalah kepiawaian politik yang dilandasi sikap mental nasionalis. Ini juga adalah berkah yang menjadi pra-kondisi bagi kebesaran PKB pada semua level kepemimpinan.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Nusa Tenggara Timur – yang masyarakatnya mayoritas Kristiani, menuai berkah ini sebagai potensi politik yang memberi arah bagi perjuangan membesarkan PKB di bumi NTT. Masyarakat menunjukkan akseptabilitas dan respek yang semakin tinggi terhadap PKB terbukti dari adanya peningkatan akumulasi dukungan politik dalam berbagai perhelatan politik daerah.

Kedua, Kepiawaian dalam pengelolaan isu-isu politik baik yang berspektrum nasional maupun regional dan lokal turut meningkatkan elektabilitas partai. Pilihan-pilihan politik strategis yang dilakukan Ketua Umum PKB dan Jajaran DPP PKB, telah terasa menjadi aspek paling penting dalam mengkapitalisasi popularitas PKB secara nasional yang mampu mengisi space pemberitaan searah dengan police pemberitaan media cetak atau media elektronik mainstream. Dan bukan melalui iklan-iklan politik.

Ketiga, Komitmen terhadap pemberantasan Korupsi. Dalam berbagai kasus korupsi yang menyeret pejabat public, kader-kader terbaik PKB yang menduduki jabatan eksekutif yang penting di Tanah Air, tidak terseret arus korupsi yang dasyat tersebut. Kondisi ini memberi pengaruh pada citra PKB sebagai partai politik yang memiliki komitmen kuat untuk memerangi korupsi.

Keempat, Penghormatan, perlindungan dan penegakan HAM. Perjuangan PKB untuk membebaskan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi yang terkena tuduhan pembunuhan majikan memberi kontribusi positif terkait persepsi masyarakat terhadap peran dan perjuangan PKB. Perhatian politik PKB tidak hanya pada hal-hal makro berspektrum nasional, tetapi juga pada hal mikro yang berdampak sangat luas bagi keadilan dan kemanusiaan.

Kelima, Deradikalisasi dan pencegahan politisasi Agama. Tokoh-tokoh senior PKB teristimewa para Kiai NU senantiasa hadir dengan potret ketokohannya yang utuh. Tidak canggung dan gagu sebagai spilt personality. Mereka dengan sangat cermat memisahkan urusan agama pada domain individu dan politik pada domain publik. Potret kehadiran mereka telah semakin menguatkan persepsi warga Negara terhadap PKB dengan dasar ideologisnya sebagai partai nasionalis-religius dengan dedikasi total kepada bangsa dan Negara. Konsistensi sikap politik PKB ini mampu menghalau merebaknya politik identitas, sekaligus meredam menguatnya kelompok radikal yang memanipulasi kecerdasan dengan politik berjubah agama.

Sikap Politik DPW PKB NTT
Mencermati keberhasilan PKB dalam mengokohkan ideology sebagai landasan perjuangan politik, Perwujudan program perjuangan partai, mengelola sekaligus memanifestasi aspek filosofis-religius PKB yang terus terkonfigurasi dalam tataran praksis, maka DPW PKB NTT menyatakan sikap politiknya sebagai berikut :

1. MENERIMA Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum DPP PKB periode 2014 – 2019 secara lengkap, utuh tanpa cacatan apapun. Terkait dengan itu DPW PKB NTT merekomendasikan agar Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum DPP PKB periode 2014-2019 ini selanjutnya ditetapkan sebagai Keputusan MUKTAMAR.

2. Meminta forum MUKTAMAR untuk MENGUKUHKAN kembali Bapak DR (HC) H.A, Muhaimin Iskandar, MSi. Sebagai Ketua Umum PKB periode 2019-2024.

3. Merekomendasikan kepada DPP PKB hasil MUKTAMAR untuk melakukan proyeksi politik yang terarah dan terukur, menyusun langkah-langkah strategis politis dalam kerangka mempersiapkan Ketua Umum DPP PKB Bapak DR (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, MSi. Untuk menjadi Calon presiden periode 2024-2029.

4. Memberi dukungan penuh kepada DPP PKB hasil MUKTAMAR untuk mewujudkan dan mengimplementasikan platform politik PKB : Politik Rahmatan Lil Alamin, Khidmat PKB melayani Ibu Pertiwi. Dalam konteks ini, DPW PKB NTT merekomendasikan kepada DPP PKB hasil MUKTAMAR agar memproyeksikan, memperjuangkan dan menempatkan kader-kader terbaiknya pada Jabatan-jabatan politik penting dan strategis seperti Ketua MPR RI, Meteri Agama RI, dan jabatan lain yang dinilai strategis dalam percaturan politik menuju 2024.

5. Memberi dukungan sepenuhnya kepada DPP PKB Hasil Muktamar untuk melakukan reformulasi hubungan simbiosis-mutualisme antara PKB-NU. Dengan demikian dalam konteks relasi aspiratif, PKB menjadi wadah politik bagi perjuangan aspirasi keumatan. Dan pada sisi lain, PKB membatasi ruang bagi gerakan provokatif-destruktif yang menggunakan politik berjubah agama yang berdampak merusak citra dan kewibawaan ulama. ( MD Ranakanews)

Reporter: Robert Enok


Komentar