Beranda Internasional Pertandingan Ini Dilanjutkan Setelah Tertunda 100 Tahun

Pertandingan Ini Dilanjutkan Setelah Tertunda 100 Tahun

663
0

Flobamora-news.com – Ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah pertandingan sepakbola ditunda waktu pelaksanaannya. Beberapa yang paling umum adalah cuaca buruk, kerusuhan suporter jelang laga, maupun serangan teror.

Umumnya sebuah pertandingan akan ditunda selama 1 hari sampai 1 minggu.

Sebagai contoh laga antara Borussia Dortmund Vs Atletico Madrid yang sedianya akan bertanding pada 12 April 2017 terpaksa harus ditunda akibat serangan bom terhadap bus Borussia Dortmund. Laga pun akhirnya Dilanjutkan keesokan harinya.

Kemudian laga antara Manchester United Vs AFC Bournemouth di Liga Premier musim 2015/2016 harus dibatalkan karena terdapat sebuah bom yang diduga bom di Old Trafford. Penonton yang sudah hadir pun harus dipulangkan agar polisi dapat mensterilkan keadaan. Pertandingan pun dilanjutkan 3 hari berselang. MU keluar sebagai pemenang pada laga tersebut dengan skor 3-1.

Kedua laga tersebut hanyalah dua contoh dari sekian banyak laga yang ditunda karena suatu keadaan tertentu.

Namun, apa jadinya bila sebuah pertandingan ditunda selama 100 tahun atau 1 abad?

Pertandingan tersebut mempertemukan Corinthians Paulista asal Brazil Vs Corinthian-Casuals.

Sejarah bermula ketika kekuatan club-club profesional di Inggris tumbuh, Corinthian-Casuals yang dulunya masih bernama Corinthian FC melakukan tour ke Brazil pada tahun 1910 setelah mendapat undangan dari Charles Miller, pria yang secara umum dianggap sebagai bapak pendiri sepak bola Brazil dan juga mantan pemain Corinthian FC.

Selama menjalani tour pertama di Brasil, Corinthian FC tak terkalahkan. Mereka memenangkan laga saat melawan tim Brazil Old Players dan Club Atletico Sao Paulo.

Namun, yang paling penting adalah penampilan mereka mampu memikat dan mengilhami 5 pekerja kereta api di Sao Paulo yang kebetulan menonton laga tersebut. Ke-5 orang tersebut akhirnya mengadakan pertemuan untuk mendirikan Club sepak bola di Sao Paulo. Saat itulah club baru didirikan. Karena terpikat dengan kesebelasan yang mereka tonton, maka nama Corinthians dipakai.

Kelahiran FC Corinthians Paulista pun punya sejarah panjang dengan sepak bola Inggris.

Perlu diketahui bahwa sepak bola Brasil hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas, bangsawan, dan orang-orang berkantong tebal.

Pada kala itu, tim Corinthian FC menjadi salah satu club paling terkenal di Dunia. Sedemikian terkenalnya, akhirnya mereka kembali diundang ke Brasil pada dua kesempatan. Corinthian FC kembali pada tahun 1913 dan menjadwalkan pertemuan dengan Corinthians Paulista pada Bulan Agustus 1914.

Baca Juga :BELU jadi Tuan Rumah Liga Fronteira 2020

Akan tetapi, ketika kapal Corinthian berlabuh di Timur Laut Brazil pada tahun 1914, mereka mengetahui telah terjadi perang antara Inggris dan Jerman. Atas kejadian itu, Club asal Inggris memutuskan untuk pulang kembali ke negaranya. Alhasil, laga pertama yang mempertemukan Corinthian Fc Vs Corinthians Paolista pun dibatalkan.

Selama Perang Dunia I, banyak pemain Corinthians Fc yang meninggal.

Pertandingan pun akhirnya kembali dilanjutkan pada 24 Januari 2015, bertepatan dengan tanggal berdirinya Kota Sao Paulo.

Baca Juga : Ketika Bidu Berpadu Dalam Bola

Sesuatu yang tak pernah mereka rasakan selama ini. Kemeriahan serta sambutan hangat juga masih mereka terima di jalan hingga saat berlatih di Corinthians Arena, tempat diselenggarakannya laga.

Walaupun bertajuk persahabatan, laga tetap berjalan kompetitif. Kedua tim tetap bermain dengan sepenuh hati, berusaha memenangkan laga. Beberapa pemain juga sempat pertukaran seragam dan berganti tim di Antara keduanya saat pertandingan. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah, Corinthians Paulista.

Tetapi pihak Corinthians Paulista beranggapan bahwa skor akhir tidak penting bagi mereka. Yang paling penting adalah agar penggemar muda paham dan ingat sejarah kesebelasan mereka.

Sejak didirikan pada tahun 1910, Corinthians FC tumbuh menjadi Club raksasa Brazil. Mereka adalah pemenang 7 kali liga Brazil dan juga mengangkat Copa Libertadores. Pada tahun 2000 dan 2012 mereka mampu mengangkat tropi Piala Dunia Antar Club dengan mengalahkan Vasco dan Chelsea di final masing-masing.

Dengan 30 juta penggemar, mereka juga merupakan club yang paling didukung di Brazil. Selain itu, mereka juga pernah memiliki pemain hebat dan terkenal termasuk Rivelinho dan Socrates.

Sementara masih berbeda dialami oleh Corinthian-Casuals. Setelah sempat berjaya pada awal 1900-an dengan nama Corinthian FC, mereka kembali mengalami penurunan.

Penurunan ini disebabkan oleh meninggalnya beberapa Pemain pada Perang Dunia I. Corinthian FC lalu tak bisa kembali ke masa jayanya.

Akhirnya, pada tahun 1939 mereka mengubah namanya menjadi Corinthian-Casuals yang merupakan peleburan antara kedua kesebelasan yaitu Corinthian Fc 1882 dan Casuals 1883.

Saat ini Chorintian-Casual berada di Isthmian Premier League atau Divisi VIII Liga Inggris. Sebagai tim amatir, pertandingan mereka tak pernah ditonton banyak orang. Suporter yang hadir pun hanya berkisar 75 sampai 150 orang saja. Stadion Corinthian-Casuals pun tak berukuran besar.

Masih banyak kejadian unik lainnya dalam dunia sepak bola yang harus diketahui para penggemar sepak bola. Semoga 8nf9rmasi di atas, dapat bermanfaat bagi para pembaca Flobamora-news.com.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar