Beranda Nasional Pilkada Belu 2020: Anggota DPRD Belu ini Himbau Masyarakat Jangan Bawa-Bawa SARA...

Pilkada Belu 2020: Anggota DPRD Belu ini Himbau Masyarakat Jangan Bawa-Bawa SARA dalam Pilkada

341
0

Belu, Flobamora-news.com – Salah satu Anggota DPRD Belu dari Fraksi PKS, Melkianus Lelo menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Belu untuk selalu menghindari bahkan tidak membawa-bawa isu SARA hanya demi kepentingan politik tertentu. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga martabat masyarakat Belu sebagai manusia berbudaya yang menghargai perbedaan politik.

“Saya menghimbau kepada setiap warga yang ada di Kabupaten Belu baik dari suku, agama, ras dan antar golongan mana pun untuk berpolitik yang santun sehingga tidak menimbulkan konflik di akar rumput,” pungkas Melki Lelo kepada media ini pada Jumat (30/10/2020).

Menurut Melki, Politik harusnya menjadi media untuk mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat. Melalui politik, masyarakat secara langsung ikut menentukan masa depan bangsa. Melalui politik, masyarakat diajarkan bagaimana indahnya sebuah perbedaan.

“Lewat Politik, masyarakat secara langsung ikut dalam menentukan masa depan sebuah bangsa. Lewat politik juga masyarakat diajarkan tentang indahnya sebuah perbedaan dalam hidup bersama,” jelas politisi PKS itu.

Akan tetapi, politik terkadang dimanfaatkan oleh sekelompok orang atau golongan untuk membuat konflik di kalangan masyarakat dengan isu SARA. Tujuan mereka adalah memecahbelahkan masyarakat kecil. Mereka adalah orang-orang yang anti dengan sebuah keberagamaan. Menurut Melky, orang atau kelompok itu lebih tepat dinamai para pemerkosa politik.

Karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk tidak membawa-bawa isu SARA hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu saja.

“Jangan kita membawa isu Suku, Agama, Ras dan antar golongan untuk kepentingan pribadi kita,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah isu Hoax salah seorang anggota DPRD Belu yang mengajak salah satu etnis di Kabupaten Belu untuk tidak memilih salah satu paket. Menanggapi hal tersebut, salah satu warga etnis Kemak, Paulus Naibuti menegaskan bahwa orang kemak mengutuk keras orang atau sekelompok golongan yang karena kepentingan politik telah menklaim semua orang Kemak telah bersatu untuk satu paket dalam Pilkada Belu.

“Kami keluarga besar Kemak yang sebagian besar duduk hari ini, menolak keras dan mengutuk itu yang ada pernyataan bahwa orang Kemak bersatu. Kemak yang mana yang bersatu? Jangan membuat dukungan orang Kemak untuk kepentingan pribadi. Kami datang juga tidak untuk mendukung salah satu dukungan kepada paket tertentu. Tidak ada! Kami duduk ini hanya menolak pernyataan bahwa orang Kemak bersatu mendukung salah satu paket. Itu yang kami tidak setuju. Orang Suku Kemak punya kebebasan untik memilih sesuai dengan suara hatinya. Ini politik, jangan bawa-bawa Suku”. Demikian tegas Paulus disela pertemuak keluar besar Etnis Kemak dari Sanirin, Kutubaba, Deribati, Leimia, Atsabe, Leolima, Kailaku, Marobo, Leosibe, Hauba, dan beberapa wilayah lainnya yang berada di Kabupaten Belu yang diadakan di Kelurahan Manumutin, Kamis (29/10/2020).

Senada dengan itu, Andreas Resi mengatakan bahwa selama ini mereka mendengar terdapat keluarga orang Kemak yang sudah mengklaim mendukung salah satu paket tertentu.

“Selama ini kami dengar ada keluarga orang Kemak separuh yang sudah mengklaim bahwa orang Kemak itu sudah mendukung salah satu paket tertentu. Makanya kami tidak setuju ada oknum lain yang mengklaim bahwa kami orang Kemak ini sudah sepakat mendukung salah satu paket,” pungkasnya.

Karena itu, pihak dari suku-suku Kemak ini menolak dengan keras pernyataan dukungan kepada salah satu paket sebab itu merupakan urusan kepentingan pribadi.

“Makanya kami suku-suku yang hari ini ada menolak dengan keras bahwa apa yang disampaikan oleh mereka itu, kami keluarga Kemak tidak setuju karena itu urusan pribadi mereka. Jangan bawah suku Kemak masuk ke ranah politik. Kami dengar mereka bentuk Ikatan Keluarga Besar Suku Kemak. Bentuknya di Haekesak. Maka, hari ini, kami keluarga besar orang Kemak menolak secara tegas bahwa kami tidak setuju dengan hal yang dibikin keluarga kami itu. Masing-masung Anggota Suku Kemak punya kebebasan dalam memilih sesuai dengan suara hatinya. Jangan bawa-bawa suku, apalagi mengajak suku tertentu untuk melakukan membenci orang atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Melihat konflik yang mulai rentan di kalangan masyarakat, Meski Lelo mengimbau agar seluruh masyarakat Belu tetap tenang dalam menanggapi berbagai isu Hoax.

“Isu Hoax itu bukan hanya terkait dengan isu bohong saja, tapi juga isu yang bisa memecahbelahkan masyarakat itu disebut hoax. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Belu untuk tetap menghargai perbedaan politik. Perbedaan politik itu yang membuat kita semakin dewasa dalam hidup bersama. Mari kita sama-sama belajar politik yang mencerdaskan masyarakat, bukan memecah belah masyarakat,“ tandas Melki.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar