Beranda Hukum & Kriminal Polda NTT Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Jalur 40

Polda NTT Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Jalur 40

748
0

Foto: Rekonstruksi kasus pembunuhan di jalur 40 kelurahan Sikumana  Kota Kuoang NTT.

KUPANG, Flobamora-news.com –  Polisi Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur telah menetapkan Enam tersangka kasus pembunuhan kontraktor Yornimus Nenabu (48) asal Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Setelah menetapkan tersangka hari ini digelar rekonstruksi di Dua lokasi tanpa menghadirkan ke Enam tersangka pada, Rabu (14/3/2020).

Ketua Tim Khusus bentukan Polda NTT, AKBP Albert Neno mengatakan, keenam tersangka tidak dihadirkan dalam reka ulang itu karena tidak mau mengakui perbuatannya sejak ditahan hingga ditetapkan jadi tersangka. Karena tidak mengakui perbuatannya maka kita pakai peran pengganti. Reka ulang sebanyak 14 adegan itu dilakukan untuk melengkapi BAP dan memperjelas keterangan saksi yang melihat kejadian itu. Ketiga saksi yang dihadirkan, memperagakan dari awal penganiayaan hingga korban mati, lalu dibuang.

“Keenam tersangka tidak pernah mengakui, makanya kita pakai peran pengganti kita melihat dari sisi kanan. Sampai saat ini, motif pembunuhan sadis itu belum diketahui karena belum ada pengakuan dari para tersangka. Kita masih kembangkan untuk mengetahui apakah masih ada tersangka lain,” katanya.

Sementara itu kuasa hukum keenam tersangka Ferdi Anin S.H. M.H. menolak dengan tegas rekonstruksi tersebut. Menurutnya keenam tersangka ini diduga merupakan korban salah tangkap pihak Kepolisian. Didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Klien saya tidak mengenal korban, tidak tahu kejadiannya dan juga tidak ada hubungan keluarga.

“Keenam tersangka ini pernah diperiksa jadi saksi oleh Polda NTT dari tahun 2017 hingga 2019. Dalam proses itu, keenamnya selalu kooperatif. Karena itu, sangat aneh jika Polda NTT kemudian menetapkan mereka jadi tersangka. Kita ada bukti untuk membantah, nanti kita beberkan di sidang. Dari rekonstruksi tadi, kesaksian terputus putus. Memang ada tiga saksi, tetapi terputus-putus,” katanya.

“Kami akan tempuh upaya hukum lain, tetapi nanti kita akan infokan. Ingat, salah satu tersangka memang menyerahkan diri, tetapi bukan mengakui. Menjadi pertanyaan juga, sangat tidak masuk akal, ketika lokasi kejadian di gang lalu korban dibawa ke jalan. Logika kriminologinya tidak masuk. Keenam tersangka itu tidak mengaku karena saat kejadian, dua dari enam tersangka sebagai ASN, masih berada di kantor. Sementara ada tersangka lain sedang bekerja di luar daerah. Kita hargai kerja kepolisian, karena ini kewajiban mereka, tetapi versi kami, berbeda. Nanti kita akan buktikan di persidangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, Yornimus Nenabu ditemukan tewas pada, Rabu (29/6/2016) sekitar pukul 00.10 Wita di Jalur 40, Kelurahan Belo,Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Korban dinyatakan hilang dari rumahnya di perumahan BTN Blok ZA nomor 55 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada, Selasa (28/6/2016). Jasad korban kemudian ditemukan di sebuah jurang di Jalur 40, Kelurahan Sikumana.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit St Carollus Borromeus. Hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka lebam pada wajah dan luka pada pinggang sebelah kiri. Korban diduga meninggal sehari sebelumnya akibat penganiayaan. Jasadnya kemudian sengaja dibuang para pelaku untuk menghilangkan jejak.


Reporter: Team


Komentar