Beranda Nasional Prananda Prabowo Calon Pengganti Megawati Soekarnoputri di PDIP

Prananda Prabowo Calon Pengganti Megawati Soekarnoputri di PDIP

746
0

PRANANDA PRABOWO “sunyi” saat bekerja, beliau merupakan salah satu tokoh kunci “dibalik layar” kemenangan Jokowi.

JAKARTA, Flobamora-news.com – Partai pemenang Pemilu 2019, PDIP akan menggelar Kongres V, di Bali, Agustus 2019. Pelaksanaan kongres dipercepat dari sebelumnya yang dijadwalkan digelar pada tahun depan atau 2020.

Saat ini, PDIP dipimpin Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sejak 24 Maret 1999. Sudah 5 periode putri Presiden RI pertama Soekarno tersebut menjabat Ketua Umum PDIP, yakni periode tahun 1999 – 2005, tahun 2005 – 2010, tahun 2010 – 2015, dan 2015 – 2020.

Selama kepemimpinan Megawati, PDIP sudah 5 kali memenangkan Pemilu. Pemilu 2004, PDIP meraih posisi kedua. Pemilu 2009, PDIP meraih posisi ketiga. Pemilu 2014 PDIP meraih posisi pertama dan pada pemilu 2019 ini PDIP kembali meraih posisi pertama.

Kemenangan PDIP tak lepas dari “tangan dingin” 2 putra dan putri Megawati Soekarnoputri, yakni Puan Maharani (45) dan Muhammad Prananda Prabowo (49).

Setelah memenangkan PDIP pada Pemilu 2014 dan Jokowi jadi Presiden RI, Puan Maharani kemudian mendapat jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Sementara, kakaknya, Muhammad Prananda Prabowo tak masuk dalam kabinet.

Muhammad Prananda Prabowo merupakan sosok yang tak suka tampil di media massa, beda dengan adiknya, Puan Maharani. Dia adalah sosok pekerja di balik layar.

Saat ini, berhembus isu jika Muhammad Prananda Prabowo calon Ketua Umum PDIP jika nantinya Megawati Soekarnoputri (72) mundur melalui kongresi di Bali.

Pada pelaksanaan Rakarnas, Muhammad Prananda Prabowo merupakan pihak yang menandatangani undangan bersama dengan Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Muhammad Prananda Prabowo sebenarnya bersaudara tiri dengan Puan Maharani. Dia adalah putra kandung Megawati dari suami, almarhum Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso. Dia dijuluki putra mahkota Megawati.

Oleh sejumlah kaum Marhaen, ia dianggap sebagai salah satu pewaris trah Soekarno. Bahkan, ia pernah didaulat sebagai keturunan ideologis Bung Karno yang paling tepat menggantikan Megawati.

Muhammad Prananda Prabowo dikenal sebagai ideolog dan peminat teknologi komunikasi dan informasi.

Ia pertama kali muncul saat Megawati mengajaknya dalam konferensi pers bersama Puan Maharani, menjelang pembukaan Kongres III PDIP pada tahun 2010 di Bali. Ia adalah konseptor beberapa pidato politik Megawati.

Salah satu sentuhan pidatonya yang dianggap cukup bisa menggambarkan cara pandangnya terhadap dunia politik adalah ketika ia menyisipkan penggalan nasihat dari Kitab Bhagawad Gita, “karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada chana” (“kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi”).

Pidato yang dibacakan pada Pembukaan Kongres III PDI Perjuangan tahun 2010 menjadi salah satu pidato Megawati yang paling banyak mendapatkan pujian dari berbagai pihak.

Dalam kehidupan pribadinya, Muhammad Prananda Prabowo memiliki istri, yakni Nancy Prananda. Sementara, anaknya, yakni Muhammad Prabhaswara Pranakarno dan Diah Safira Octaliakasih.

Pada tahun 2015, setelah Pemilu 2014, Muhammad Prananda Prabowo membuat heboh karena menciptakan dan menyanyikan lagu cadas berjudul ‘Pengkhianat’. Selain aktif dalam dunia politik, Muhammad Prananda Prabowo juga memiliki ketertarikan tinggi di bidang musik. Penyuka aliran musik cadas ini dikenal piawai dalam bermain bass. Karakter permainan bassnya tersebut banyak dipengaruhi oleh gaya bermain Steve Harris, bassis Iron Maiden, band cadas asal Inggris yang menjadi idolanya.

Keprihatinannya yang mendalam atas semakin pudarnya rasa nasionalisme di kalangan anak muda mendorongnya untuk membentuk sebuah grup band bernama Rodinda (Romantika, Dinamika, Dialektika) adalah prinsip-prinsip Revolusi yang sering diucapkan Bung Karno sebagai medium penyampai pesan nasionalisme kepada kaum muda.

Akankah beliau terpilih menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP?

Waktu yang akan menjawab!


Reporter: Ricky Anyan


Komentar