Beranda Hukum & Kriminal Pria Mabuk Aniaya Jurnalis Lantaran Tak Terima Beritakan Tentang Berita Covid-19

Pria Mabuk Aniaya Jurnalis Lantaran Tak Terima Beritakan Tentang Berita Covid-19

256
0

Foto: Bukti Laporan Polisi 

LABUAN BAJO, Flobamora-news.com –  Seorang jurnalis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Petrus Aloisius Hermanto (43) dianiaya pria mabuk hingga babak belur. Penganiayaan terjadi lantaran pria mabuk tersebut tak terima korban memberitakan tentang Virus Covid-19. Penganiayaan terjadi di Dusun Kaper Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar
Nusa Tenggara Timur pada, Sabtu (29/5/2020) sekitar pukul 23.45 WITA tengah malam.

Kronologis Kejadian;

Pria yang akrab disapa Louis Minjo ini dianiaya pria yang tengah mabuk minuman keras (miras) bernama Ferdi. Sebelum dianaiaya Louis sedang buang air kecil. Tiba-tiba datang pelaku Ferdi menendang korban dari belakang. Setelah korban terjatuh pelaku Ferdi bilang “lu (kamu) yang tulis berita Covid-19 to”, kata pelaku. Akibat tendangan tersebut korban terjatuh mengakibatkan luka lecet di jari tangan kiri, punggung terasa sakit dan lebam di lutut karena benturan. Saat korban Louis bangun dan menghampiri pelaku serta bertanya “kenapa kau tendang saya” belum habis bertanya pelaku balik memukul korban di batang hidungnya.

Tak terima atas kejadian tersebut, Louis bersama kerabatnya melaporkan kejadian tersebut di Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mabar, Sabtu malam. Laporan polisi Louis Minjo tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : STPL / 75 / V / 2020 / NTT / Res Kabar tertanggal 30 Mei 2020.

Saat memberikan keterangan, terlihat Loius yang masih menahan sakit akibat dianiaya karena mengalami sakit di punggung, luka lecet di jari tangan kiri dan lebam di lutut kanan karena benturan. Ia pun berjalan tertatih-tatih saat meninggalkan Mapolres Mabar didampingi sang adik, Bonefasius Oldam (40).

Louis Minjo juga telah melakukan visum et repertum di Puskesmas Labuan Bajo.

Laporan polisi dilakukan usai kejadian pada sejak Sabtu malam hingga Minggu (31/5/2020) pukul 01.35 Wita.

“Katanya saya akan diperiksa lagi oleh penyidik Satreskrim Polres Mabar hari Selasa nanti,” katanya kepada awak media.

Pihaknya berkomitmen untuk kasus yang menimpanya ini berproses hingga pengadilan.

“Saya tidak terima, sehingga ada efek jera bagi pelaku,” katanya.

Hingga berita ini ditulis pukul 03.50 Wita, Kapolres Mabar, AKBP Handoyo Santoso, SIK., M.Si belum dikonfirmasi.


Reporter: GS


Komentar