Beranda Hukum & Kriminal Proyek Porang di Belu Gagal, Polisi Panggil PPK dan Kontraktor

Proyek Porang di Belu Gagal, Polisi Panggil PPK dan Kontraktor

1400
0

Belu, Flobamora-news.com – kegagalan program Porang atau Maek Bako yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Belu berbuntut panjang. Terbukti dengan dipanggilnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Petrus Bone dan salah satu kontraktor pelaksana yakni Cv. De Chalvin dalam pengadaan bibit Maek Bako di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Belu tahun 2017 dan 2018 oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Belu, Senin (24/2/2020).

Kegagalan program Maek Bako ini pun diakui oleh Kadis TPHP, Gerardus Mbulu ketika dihubungi awak media via telepon seluler pada. Rabu (20/2/2020) mengungkapkan bahwa Maek Bako milik Pemda Belu di Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu itu gagal.

Maek Bako yang menelan anggaran 1,3 Miliar dan dibudidaya Pemda Belu itu gagal karena tak nampak banyak tumbuh diatas lahan seluas 40 Ha itu.

“Saya juga baru masuk (Juli 2019, red). Lahannya Pemda itu memang kita tanam 2017. Kami kan ke lapangan, banyak Maek Bako sudah digali. Tapi ada yang tumbuh. Artinya bahwa memang ada Maek yang ditanam, tapi sangat jarang sekali. Tumbuh… tapi satu dua pohon,” jelas Kadis.

Dikatakan bahwa kegagalan itu disebabkan karena sebagian besar Porang dicuri oleh masyarakat.

“Iya, itu karena ada yang curi seperti kita dengar sendiri dari masyarakat. Ada orang yang curi,” ungkapnya.

Selain karena dicuri masyarakat, Gerardus juga mengaku bahwa kegagalan program senilai Rp 1,3 M karena kurangnya pengawasan dari pihaknya pada lahan penanaman Maek Bako di Lokasi Hutan Jati Nenuk.

“Sebenarnya, iya saya tidak mengatakan gagal. Saya terus terang masuk ke sana baru di Juli tahun 2019. kurang pantau itu (lokasi penanaman Maek Bako, red). Satu hal yang menjadi kelemahan itu, pengawasan. Karena tanpa dikawal akan menjadi percuma kita tanam di situ,” ungkap Kadis.

Pengakuan ini pun berujung panjang. Terbukti dengan dipanggilnya PPK dan pihak kontraktor pelaksana yakni Cv. De Chalvin dalam pengadaan bibit Maek Bako di Dinas TPHP Kabupaten Belu tahun 2017 dan 2018 oleh penyidik Tipikor Polres Belu.

Keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan (klarifikasi) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bibit Maek Bako miliaran rupiah tersebut.

Pantauan media ini, keduanya dipanggil dan mendatangi kantor Tipikor Polres Belu sekira pukul 09.00 Wita pagi. Keduanya dimintai keterangan (klarifikasi) sejak pagi hingga sore hari.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada wartawan menegaskan pihaknya memanggil PPK dan salah satu pelaksana tersebut untuk meminta keterangan dan klarifikasi terkait dugaan korupsi dana pengadaan Maek Bako tersebut.

“Kita ambil keterangan dulu, dokumen-dokumen kita masih minta kepada yang terkait, baik PPK sendiri maupun dari pelaksananya (Kontraktor Cv. De Chalvin),” kata Kasat Siregar ketika ditemui awak media, Senin (24/02/2020) sore.

Dikatakan bahwa pihaknya akan menganalisa dan mengecek bukti fisik di lapangan terkait program yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

“Sementara kita masih analisa, dokumen apa yang kita perlukan, sampai kita cek ke lapangan karena ini tersebar di beberapa kelompok masyarakat. Kalau nanti ada pelanggarannya, pasti kita proses tuntas,” jelasnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan, PPK dan salah satu kontraktor pelaksana masih di ruang tipikor polres Belu untuk dimintai keterangan (klarifikasi).


Reporter: Ricky Anyan


Komentar