Beranda Rohani Raja Damai

Raja Damai

4750
0

Hari Minggu Palma
Kapela Frater TOR
Lo’o Damian Emaus
05 April 2020

Hari ini kita membawa dan melambaikan daun-daun palma untuk mengawali Minggu Suci. Mengikuti minggu terakhir dalam kehidupan Yesus di dunia ini berarti kita masuk dalam dramaliturgi paling dahsyat sepanjang sejarah manusia karena melibatkan tokoh utamanya ialah Putra Allah sendiri.

Tujuan hakiki kedatangan Yesus di dunia ialah untuk mewujudkan Kerajaan Allah yang mulai paling nampak jelas dalam peristiwa unik Minggu Palma ini. Unik, karena sebagai Raja, Ia dielu-elukan dengan kirab sukacita meriah sebagai pembawa damai, dan kemudian dihadirkan Kisah Sengsara-Nya.

Beberapa kali Yesus mengingatkan para murid tentang perjalanan-Nya ke Yerusalem untuk menderita dan dibunuh. Yesus sadar bahwa keselamatan umat manusia itu bergantung dari pengorbanan-Nya di kayu salib. Oleh karena itu, Ia membiarkan diri dielu-elukan umat dengan seruan, “Hosana, Hosana Putra Daud.” Lalu tak lama lagi mereka akan berteriak, “Salibkan Dia. Salibkan Dia!”

Raja Damai menjalani serangkaian siksaan yang hebat dan perlakuan yang jahat. Kisah sengsara yang dihadapi dengan perasaan yang kuat dan cinta yang mendalam itulah yang disebut “Passio” dan cinta-Nya telah mengalahkan maut.

Dia sungguh seorang Raja, tetapi Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini. Kerajaan-Nya adalah kerajaan surga namun kerajaan-Nya ditolak para penguasa dunia dan dilecehkan. Tetapi, justru di Yerusalem, kota Raja Daud inilah dihadirkan dan dikukuhkan karya keselamatan-Nya yakni ketika Sang Raja Damai ditakhtakan dengan dipaku pada kayu salib.

Passio Raja Damai mengajarkan kita bahwa aneka penderitaan yang hampir selalu kita hindari atau jauhi sesungguhnya mempunyai nilai Ilahi. Tidak ada satu pribadi pun di dunia ini yang tanpa mengalami penderitaan. Oleh karena itu, ketika kita sedang mendengarkan Passio, kita dapat berbagi penderitaan dengan Yesus, supaya kita dapat menganyamnya sebagai bagian dari peristiwa iman yang menyelamatkan.

Minggu Palma mau menjernihkan hati kita tentang Allah yang kita pikirkan dan Allah menurut Allah sendiri. Allah dalam diri Yesus tetap Allah Raja Damai ketika Dia menjadi anak tukang kayu, Guru, Tabib, Gembala, dan seterusnya. Begitulah sesungguhnya Allah dan kedalaman cinta-Nya kepada kita. Semoga buah kebaikan Allah menumbuhkan iman dan pertobatan banyak orang untuk memperoleh keselamatan.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat Hari Minggu Palma. Selamat memasuki Pekan Suci. Tuhan memberkati.


Reporter: Rm. Eman Kiik, Pr


Komentar