Rambu Atanau Mella: Korban Kekerasan Seksual Harus Mendapatkan Keadilan


  • Bagikan

SOE, Flobamora-news.com – Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP) menggelar konftensi pers. Pasalnya guna mendukung korban kekerasan seksual agar mendapatkan keadilan. Kegiatan ini dengan tema: “Dukung korbam, dukung penghapusan kekerasan seksual, Gerakan Bersama, sahkan payung hukum penghapusan kekerasan seksual yang berpihak pada korban”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SSP di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (25/11/2021).

Kegiatan ini dihadiri Direktur yayasan SSP, Rambu Atanau Mella bersama jajarannya dan jurnalis se Kabupaten TTS.

Menurut Rambu Atanau Mella bahwa, tanggal 25 November diperingati sebagai hari anti kekerasan terhadap perempuan dan tahun 2021 launching kampanye 16 hari menjadi kampanye nasional. Kekerasan tersebut adalah sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Swipe up untuk membaca artikel

“Kasus ini di indonesia jumlah dan ragamnya semakin memprihatinkan. Berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan sebagai lembaga negara mencatat sepanjang tahun 2011 sampai dengan tahun 2020, kekerasan seksual di rana prifat, mencapai 49.643 kasus. Sedangkan data WHO tahun 2018 dari Tiga perempuan berusia 15 tahun ke atas di seluruh dunia mengalami kekerasan fisik atau seksual oleh pasangan intim, bukan pasangan atau keduanya, setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka”, ujar Rambu.

Baca Juga :   Kapal Tenggelam, 22 Orang Hilang

Melihat kondisi tersebut komnas perempuan mendorong ketersediaan payung hukum yang memberi kejelasan dan kepastian penanganan, perlindungan serta pemulihan terhadap korban, melalui rancangan undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual (RUU tindak pidana kekerasan seksual).

“di Tahun 2021 hingga oktober tercatat 63 kasus yang didampingi oleh SSP. Untuk kasus persetubuhan anak ada 24 kasus yang sudah dilaporkan ke polres TTS. 10 kasus sudah di limpahkan ke kejaksaan, serta 5 kasus sedang dalam persidangan. Sedangkan yang lainnya sementara dalam taraf penyelidikan. Angka tersebut diduga akan terus meningkat apabila tidak ada upaya pencegahan dan penanggulangan secara sistimatis dan masif”, pungkas Rambu.

Reporter: Yor Tefa

  • Bagikan