Beranda Politik Regeneration: Butuh Secangkir Kopi Hitam

Regeneration: Butuh Secangkir Kopi Hitam

259
0

MALAKA, Flobamora-News.com –Tidaklah mengherankan, jika komunitas kita gemar minum kopi. Di tengah masyarakat Malaka, kopi identik dengan warna hitam. Kopi murni warnanya pasti hitam, dan itu yang paling disuka Masyarakat yang diisistilakan dengan bahasa Jawa “ngopi” Yang diterjemahkan oleh hampir semua aktif bahwa ngopi bukan berarti lain selain ngomong pintar.

Papar sahabatku Frido Raebesi dalam sebuah pertanyaan di “CDM ” Cinta Damai Mart, Kota betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur Frido mengungkap bahwa Kopi dengan komposisi campuran seperti apapun, yang penting ada unsur kopinya, “hitamnya itu yang membuat nikmat”…:). Hahaha…. fokus kopi dong. Semoga kawanpun ikut ngopi ya……

” Hitam manis kelihatan cantik nona Ana, tapi sayang pandangan mataku bisa saja meleset, kalau tak ada secangkir kopi hitam”. Begitulah Tutur Frido.

Bagi masyarakat kota sekalipun, minum kopi merupakan salah satu kegemaran sehari-hari. Dibalik secangkir kopi, ada hubungannya dengan semangat sebelum atau sesudah beraktivitas.

Bagi penggemar kopi seperti saya, hahaha. Ada sejuta ide mengalir dibalik secangkir kopi. Wah, ketika jari-jemari lebih lincah di keyboard seperti saat nulis Kisa yang telah juga membudaya ini, secangkir kopi Tugu Buaya dengan komposisi dua satu bersatu dalam cangkir yang sederhana ini, setia menemaniku. Seolah, pikiran terasa hangat, mengalir deras ide-ide segar sehabis “nyruput” kopi. Hmm… nikmatnya senjaku!

Bagiku, minum kopi tidak harus selalu hitam. Namun kopi ya tetaplah kopi, dicampur dengan apapun tetap ada rasa kopinya, pahit! Uniknya, meski ada unsur pahitnya, tapi bikin ketagihan. hehehehehe. Meski dicampur dengan gula dan susu sekalipun, kopi ya tetap kopi, ada pahitnya.

“Selamat menikmati pahitnya kopi☕☕ Hitammu”.


Reporter: Herry Metak


Komentar