Beranda Pendidikan Religius Usfunan: STKIP Nusa Timor Lembaga Sah Tercatat di LLDIKTI, STKIP Timor...

Religius Usfunan: STKIP Nusa Timor Lembaga Sah Tercatat di LLDIKTI, STKIP Timor Indonesia Tidak

420
0

SOE, Flobamora-news.com – Acara serah terima Ketua STKIP Nusa Timor, pelantikan Pembantu Ketua I,II,III dan Keprodi PG-PAUD serta Keprodi PGSD dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Religius Usfunan S.H. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Blessing pada, Sabtu (1/5/2021)

Kegiatan serah terima tongkat kepemimpinan dari Yulius Amtiran kepada Jeni Yutce Oematan, serta pelantikan badan pengurus pada STKIP Nusa Timor, dihadiri oleh Wakil ketua I DPRD Religius Usfunan, S.H., Kapolres diwakili oleh Kabag Sunda, AKP. Leyfrids L.Mada,S.H. dan Kepala Dinas Prndidikan dan Kebudayaan Dominggus J.O. Banunaek.

Religius Usfunan dalam sambutannya mengatakan bahwa, STKIP Nusa Timor pernah mengalami persoalan besar, dimana pada tahun 2017 sampai ke 2018, terjadi dualisme kepemimpinan, dan karena masing-masing mempertahankan, maka lahirlah STKIP Timor Indonesia, yang di ketuai oleh Jibrael Tunliu. Perdebatan panjang, dan pada saat itu saya menjabat sebagai ketua komisi IV. Beberapa kali menangani kasus ini, sehingga kami sebagai DPRD saat itu menuntut keabsahan dari dua lembaga ini yaitu STKIP Nusa Timor dan STKIP Timor Indonesia dalam menyelenggarakan pendidikan di kabupaten timor tengah selatan.

“Saat kami DPRD menerima aspirasi dari mahasiswa, dan orang tua, ada yang mengatakan bahwa, kalau perguruan tinggi bukan kewenangan kabupaten. Ya betul secara regulatif memang bukan kewenangan dari kabupaten, tetapi ada melakukan kegiatan di daerah ini, sehingga ini menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini DPRD melakukan fungsi pengawasan, sehingga tidak mengorbankan mahasiswa yang lagi menuntut ilmu pada perguruan tinggi tersebut”, tegas Religius

“Perjuangan ini sangat panjang, pada bulan maret 2020, saya selaku pimpinan DPRD bersama komisi yang membidangi, ketika berada di Denpasar- Bali, kami meyempatkan diri ke LL DIKTI dan menanyakan keabsahan dari kedua kampus ini, yaitu STKIP Nuaa timor dan STKIP Timor Indonesia. Setelah kami melihat dukumen yang ditunjukan oleh LL DIKTI, ternyata lembaga yang sah adalah STKIP Nusa Timor, sedangkan STKIP Timor Indonesia adalah lembaga pendidikan yang tidak terdaftar dan tidak sah. Sehingga aktifitas pendidikan pada kampus tersebut harus dihentikan sebelum mengorbankan lebih banyak orang lagi”, tegasnya.

“Celaka besar, jika memiliki semangat yang tinggi untuk memiliki atau mendapatkan ijazah, tanpa melihat legalitas dari lembaga tersebut”, ujar Religius.

“Kepada Ketua STKIP Nusa Timor yang baru agar jangan sampai terjadi mahasiswa mengajar mahasiswa. Paling tidak dosen yang mengajar harus Strata 2, bukan strata 1, apa lagi belum menyandang strata 1 (S1) namun diminta untuk mengajar. Kalau ini terjadi maka celaka besar, dan bagaimana bisa menghasilkan sumber daya manusia yang baik, jika hal ini terjadi”, katanya.

Sementara itu Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dominggus.J.O Banunaek, dalam sambutannya bahwa, dari sisi pemerintahan kami mimiliki tugas untuk memfasilitasi setiap lembaga pendidikan yang memiliki ke absahan, karena output dari kami adalah, kami tidak mau para pendidik terkatung-katung seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.

“Dengan hadirnya perguruan ini maka kami dari sisi pemerintah siap mendukung dan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan dari STKIP Nusa Timor”, ujarnya.

Kapolres TTS dalam sambutannya melalui Kabag sunda, AKP Leyfrids L.Mada,S.H. bahwa, semoga badan pengurus yang baru di lantik saat ini dapat menghindari konflik-konflik yang terjadi dan jangan mengorbankan para mahasiswa dan sekiranya. Dengan pelantikan dan serah terima badan pengurus maka bisa meciptakan sumberdaya manusia yang berpotensi dan berguna bagi bangasa dan negara.


Reporter: YOR T


Komentar