Beranda Hukum & Kriminal Sadis di TTS Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya Hingga Hamil

Sadis di TTS Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya Hingga Hamil

1449
0

Foto: PON pelaku pemerkosaan

SOE, Flobamora-news.com – Ayah kandung berinisial PON tega mempekosa anak kandungnya sendirii sebut saja Bunga (15) siswi salah satu SD di Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nisa Tenggara Timur.   Pasalnya  kasus ini bermula saat korban sedang tertidur pelaku memaksa korban melayani napsu bejatnya. Hal ini sesuai dengan lapiran Polisi tanggal (22/4/2021).

Kapolres TTS melalui Kasat Reskrim, IPTU Mahdi Ibrahim S.H kepada flobamora.news.com melalui pesan WhatsApp minggu (27/07/2021) bahwa, dari hasil pemeriksaan penyidik terhadap korban dan saksi-saksi telah diperoleh keterangan bahwa pelaku (PON) ayah kandung korban, telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang berinisial Bunga (15 tahun) secara berulang-ulang kali.

Foto: Kasat Reskrim IPTU Mahdi Ibrahim S.H

“Kejadian jni berawal sejak tanggal 29 Agustus 2020 sampai dengan bulan November 2020, yang mana pertama kalinya pada tanggal 20 Agustus 2020 sekitar pukul 23.00 wita,  di rumah kontrakan milik Afliana F Ello di Kelurahan Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Dimana pelaku melakukan tindak pidana persetubuhan  terhadap korban”, kata Mahdi.

Kronologis Kejadian

“Awalnya korban sedang tidur lalu pelaku bangunkan korban dan berkata “kasih bapa su (sudah-red) bapa su  sonde tahan lai (lagi-red)”. Saat itu pelaku sudah dalam keadaan setengah telanjang tidak mengenakan baju. Korban bingung lalu  “kasih apa?”. Pelaku berkata “buka pakaian su” jawab korban, “mau buat apa?. “Buka pakaian su” kata Pelaku. Korban tidak mau, “kalau lu (Kamu-red) sonde kasih bapak, maka lu  anak durhaka” kata pelaku.  Korban langsung takut dan hanya diam saja. Pada saat itu pelaku langsung membuka baju kaos, Miniset, celana kain pendek dan juga celana dalam korban hingga telanjang bulat. Pelaku lalu membuka celana jins pendek dan celana dalamnya setelah itu pelaku mengatakan kepada korban buka kaki namun korban tidak mau. “Na biar ko lu dari atas, bapak dari bawa” kata pelaku. Setelah itu pelaku mulai menyetubuhi korban, dan kurang lebih Empat menit melakukan aksinya.  Setelah pelaku puas melampiaskan nafsu birahinya, pelaku pun menyuruh korban bahwa, “lu  bangun pake pakaian su ko tidur”  korban langsung bengun dan mengenakan pakaian.  Pelaku juga bangun mengenakan pakaiannya setelah itu korban langsung tidur di atas tempat tidur sedangkan pelaku tidur di kasur yang di bentang diatas tanah”, jelas Kasat Reskrim.

Lanjut Kasat Reskrim, Pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban berulang ulang kali. Kejadian terakhir kalinya  pada bulan Nopember 2020, sekitar pukul 23.30 wita yang bertempat di rumah kontrakan milik Sdri. Afliana Ferderika Ello  di Kelurahan Niki – Niki Kecamatan  Amanuban Tengah.  Pelaku datang mengatakan kepada korban “kasih bapa su” akan tetapi korban mengatakan kepada pelaku “beta sonde mau lai” . Kemudain pelaku keluar dari dalam kamar dan duduk diluar rumah. Korban pun tidur kembali.  Pelaku masuk kembali saat korban sudah tidur nyenyak dan membangunkan korban. “Lu buka pakaian sudah atau lu ada kenapa di situ” kata pelaku. Saat itu korban hanya diam saja lalu pelaku marah dan mengambil sebuah gelas dan membanting gelas tersebut dan pelaku mengambil beling dari pecahan gelas tersebut dan mengancam korban. “Lu mau buka pakaian atau beta potong lu punya tangan pake beling” ancam pelaku. Korban ketakutan dan langsung menangis hendak keluar dari dalam kamar namun pelaku lari mendekati pintu dan menutup pintu kamar. Pelaku mengarahkan pecahan beling  dengan menggunakan tangan kanan ke arah korban sambil  mengancam korban.  “lu mau keluar pi mana, lu buka pakaian sudah” teriak pelaku. Namun korban tidak mau. Pelaku berusaha untuk membuka baju kirban namun korban tetap tidak mau dengan menolak tangan kiri pelaku akan tetapi pelaku terus berusaha untuk membuka pakaian korban. Pelaku menyimpan pecahan beling di pinggir tempat tidur lalu membuka semua pakaian korban dengan meggunakan kedua tangannya. Selanjudnya pelaku juga membuka pakaiannya hingga pelaku dalam keadaan telanjang bulat lalu pelaku mengatakan kepada korban “tidur su”. Karena korban sudah ketakutan, maka korban langsung naik diatas tempat tidur dan tidur lalu pelaku naik dan menindis tubuh korban lalu menyetubuhi korban. Setelah itu korban dan pelaku bangun dan mengenakan pakaian mereka masing- masing lalu korban dan pelaku langsung tidur sama-sama di satu tempat tidur”, ujar Mahdi

“Setelah kerjadian tersebut, korban hamil namun korban tidak pernah memberitahukan kehamilannya kepada orang lain dan kepada pelaku yang merupakan Ayah kandungnya. Korban sendiri juga tidak mengetahui kalau sudah hamil. Kemudian pada bulan Januari 2021 saat itu korban sedang berada di Kos-Kosan di Oesapa, Kupang bersama-sama dengan kakak Korban (JN) dan juga pelaku, saat itu kakak korban JN menanyakan
kepada korban, “lu su datang bulan ko belum” lalu korban mengatakan kepada pelaku “belum”. Kakak korban mengatakan kepada korban bahwa “jangan sampai lu hamil” namun korban mengatakan kepada kakaknya bahwa “beta ju sonde tau  beta punya perut kaya ada bergerak”. Setelah itu korban dan kakaknya langsung memberitahukan kepada pelaku tentang kehamilan korban namun pelaku tidak merespon. Korban dan kakaknya langsung pergi ke rumah kakak korban yang lain (FN) di Lasiana Kupang dan meminta uang untuk pulang ke Soe. FN memberikan uang Rp.50.000, lalu korban dan kakaknya JN langsung pulang ke Soe di Rumah oma korban (WM) di Kelurahan Oekefan.  Korban kemabali ditanya petihal kehamilannya oleh MM.  Namun korban takut untuk memberitahukannya sehingga oma korban langsung pergi memanggil nenek Korban (P.A.D.T) untuk datang menanyakan korban tentang kehamilan. Saat itu korban memberitahukan kepada neneknya (PADT) bahwa yang menghamili korban adalah PON yang adalah bapak kandungnya sendiri, sehingga pada hari Kamis tanggal 22 April 2021 korban dan neneknya (PADT) didampingi oleh Pendamping Sanggar suara Perempuan (SSP) datang ke SKPT Polres TTS untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti agar pekaku dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Pelakunya sudah berhasil kita amankan di tahanan polres TTS, guna diprses lebih lanjut”, pungkas Kasat.


Reporter: YOR T


Komentar