Beranda Hukum & Kriminal Salah Gunakan HP,  Pelajar SMA Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun di Bukit...

Salah Gunakan HP,  Pelajar SMA Diduga Cabuli Bocah 12 Tahun di Bukit Cinta Kupang

317
0

Foto : Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka

KUPANG, Flobamora-news.com – Handphone (HP) merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat membantu seluruh masyarakat, tetapi kadang dapat membawa bencana bagi penggunanya apabila salah menggunakannya. Seperti halnya nasib naas dialami pelajar kelas VI pada salah satu sekolah dasar (SD) sebut saja Bunga (12) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia menjadi korban dugaan pencabulan pelajar kelas XI sekolah menengah atas (SMA), berinisial, GFM (16), Jumat (3/4/2020) subuh, sekitar pukul 01.30 Wita di area Bukit Cinta, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah.

Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, menuturkan, pelaku dan korban diketahui berkenalan melalui media sosial dan selama ini berkomunikasi lewat aplikasi mesangger.

Menurut Kapolsek Elpidus Kono Feka, korban diduga telah membuat perjanjian dengan pelaku, kemudian menjemput korban di rumahnya di Kelurahan Oebobo, Kamis (2/4) malam. Ia lalu membawa korban ke bukit cinta.

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan Reskrim Polsek Kupang Tengah, terungkap, korban dan pelaku sempat bersetubuh di lokasi kejadian.

“Polisi sudah periksa pelaku, korban dan saksi. Hasil visum dari RSB Titus Uli sudah kita kantongi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Ia menjelaskan, aksi pelaku itu diketahui saat keluarga korban bernama Buce, kaget tidak mendapati korban di kamar tidur, padahal sudah menjelang subuh. Buce kemudian membangunkan M, ibu korban. Mereka lalu mencari korban hingga pukul 03.00 wita.

Selang beberapa saat, pelaku mengantar pulang korban dengan sepeda motor. Takut dimarahi, keduanya langsung kabur karena saat itu, ibu dan kerabat korban berada di halaman rumah.

“Mereka dikejar kerabat korban dengan sepeda motor. Di ujung jalan Gua Lordes Oebobo, pelaku dan korban terjatuh dari sepeda motor, sehingga diamankan dan dibawa ke Polsek Oebobo. Namun, karena lokasi kejadian ada di wilayah hukum Polres Kupang maka dilaporkan ke kami,” katanya.

Menurut dia, karena korban dan pelaku masih di bawah umur, polisi tidak menahan pelaku, namun proses hukum tetap dijalankan.

“Keluarga pelaku menjamin akan menghadirkan pelaku jika dibutuhkan untuk proses hukum,” imbuhnya.

Polisi juga mengupayakan diversi dengan menghadirkan korban, pelaku dan keluarga masing-masing termasuk pekerja sosial guna menyelesaikan secara kekeluargaan. Meski demikian, polisi menjerat pelaku dengan pasal  81 ayat (1) undang-undang nomor 35 tuhun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ia mengimbau agar orangtua memastikan aktivitas anak sepanjang hari.

“Penggunaan handphone untuk anak agar dikontrol orangtua. Arahkan anak untuk kesibukan positif, sehingga tidak melakukan hal-hal yang kurang baik,” tandasnya.


Reporter: DIAN T


Komentar