Satgas Yonif Raider 408/SBH Latih Perngelas Dari Air Garam Untuk Masyarakat Perbatasan RI-RDTL


  • Bagikan

Belu, Flobamora-news.com –Sebagai bentuk kepedulian untuk mewujudkan kemandirian dan meningkatkan perekonomian kepada masyarakat perbatasan, personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH memberikan pelatihan ilmu las listrik dengan menggunakan air garam di Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan Dansatgas Yonif Raider 408/SBH, Mayor Inf. Joni Eko Prasetyo dalam rilis tertulisnya kepada media ini, Jumat (26/7/2019).

Swipe up untuk membaca artikel

Dansatgas menuturkan bahwa pelatihan yang dilakukan Pos Lakmaras bermula dari belum adanya las listrik di Desa Lakmaras. Karena itu, Danpos, Lettu Inf. Doni Hidayat berinisiatif memberikan ilmu Las Listrik menggunakan air garam. Hal ini mendapat respon positif warga masyarakat terutama para kaum laki-laki.

“Selama pelatihan, minat peserta dari kalangan pemuda dan bapak-bapak di Desa Lakmaras ternyata cukup tinggi, hal ini ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mengikuti pembekalan tersebut. Tidak sampai di situ masyarakat khususnya kaum lelaki juga bertekad mengembangkan pelatihan keterampilan itu sebagai usaha mandiri dengan berwirausaha,” ungkap Joni Eko.

Baca Juga :   Buka Bersama dan Syukuran HUT ke 62 Kodam IX/Udayana.

Menurut Joni Eko, pemberian pelatihan ilmu las listrik menggunakan air garam kepada masyarakat perbatasan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan. Disamping biaya yang tidak mahal, bahan-bahan las listrik menggunakan air garam ini sangat mudah didapatkan.

Joni menjelaskan bahwa dalam pemberian materi las listrik dengan menggunakan air garam ini ada beberapa bahan yang digunakan antara lain air, garam, kabel, tembaga secukupnya, lempengan besi elektroda (kawat las), penjepit las, dan ember.

“Kegiatan ini memang sangat mudah dan murah, akan tetapi ada hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan las listrik dengan air garam ini. Las ini menggunakan arus AC (alternatting current) yaitu langsung dari tegangan PLN, maka masyarakat harus berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatannya. Dia harus ditemani yang sudah ahlinya sampai dengan mahir dan bisa dilepas sendiri untuk melakukan aktivitas ini,” pesannya.

Joni Eko juga mengatakan, pelatihan las listrik dengan menggunakan air garam ini sangat bermanfaat apabila masyarakat di perbatasan bisa mengembangkannya dengan baik, karena apabila kegiatan ini dikembangkan dengan baik akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui berwirausaha di bidang las listrik.

  • Bagikan