Beranda Ekonomi Bisnis SDM Berkualitas Mampu Meningkatkan Daya Saing Konstruksi Indonesia

SDM Berkualitas Mampu Meningkatkan Daya Saing Konstruksi Indonesia

254
0

Oleh: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min (Guru Besar Universitas Pelita Harapa n)

(Dipresentasikan dalam Seminar & Workshop Pekan Sumber Daya Manusia Jasa Konstruksi, ICE BSD, 23 Maret 2019)

JAKARTA, Flobamora-news.com – Sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri PUPR RI Bapak Basuki Hadimuljono, saat ini sudah memasuki era kompetisi global, dimana industri konstruksi akan mengedepankan “kompetensi” bukan sekedar mengedepankan proteksi. Secara khusus di bidang industri konstruksi, yang diutamakan “mutu tenaga ahli kerja konstruksi”.

Dalam konteks ini seharusnya dapat kita pahami, positioning industri konstruksi Indonesia saat ini masih bergumul dalam hal peningkatan kompetensi atau sudah maju mengoptimalkan mutu tenaga kerja konstruksi Indonesia?

Hal ini menuntut sistem sertifikasi kompetensi yang andal, peran para pihak yang “mau berperilaku benar” untuk memperoleh sertifikat kompetensi, mekanisme perpanjangan sertifikat yang tertib, dan peningkatan kualitas SDM pelaku jasa konstruksi yang berkelanjutan. Hal ini menegur kita semua.

Apakah peran Pemerintah (Pemerintah Pusat, Pemda, LPJKN) sudah maksimal? Apakah peran Asosiasi Profesi yang terakreditasi LPJKN sudah maksimal? Apakah peran SDM profesional sudah maksimal? Hal ini juga tentunya akan mengawal seluruh proses penyelenggaraan konstruksi, termasuk berbagai kegagalan konstruksi yang terjadi secara simultan di tahun 2017 – awal tahun 2019. Di balik pengertian kompetensi SDM Konstruksi Indonesia, bagaimana kualitas proses sertifikasi?

Apa dasar hukum sertifikasi profesi jasa konstruksi saat ini sudah sempurna? Saat ini dasar hukum akan hal itu baru di level Peraturan Menteri. Belum lengkap UU Profesi Jasa Konstruksi di Indonesia. Saat ini baru ada UU Profesi Arsitek dan UU Profesi Insinyur. Bagaimana dengan UU Profesi Jasa Konstruksi yang lain? UU Ahli Struktur? UU Ahli Pengairan? UU Ahli Geoteknik? UU Ahli Transportasi? Pengertian ini yang secara mendalam, seharusnya dalam konteks belum sempurnanya dasar hukum Profesi Jasa Konstruksi, maka tidak semua kasus kegagalan konstruksi dapat secara mudah masuk pengadilan. Masih ada faktor lainnya selain UU Profesi Jasa Konstruksi tentunya.

A. Bagaimana Postur
Jumlah Penduduk &
Tenaga Ahli
Konstruksi Indonesia

Jumlah penduduk Indonesia dalam postur tahun 2018-2030 berkisar 262-295 juta jiwa. Menko bidang Perekonomian 21 Maret 2019 di ICE BSD menyatakan bahwa data dari Kementerian PUPR RI bersama LPJKN di tahun 2018 yang lalu ada sebanyak 195.312 yang bersertifikat SKA. Artinya masih ada 1,4 juta tenaga ahli konstruksi yang harus disertifikasi. Masih panjang tugas dan peran pemerintah dalam membina proses sertifikasi sampai pada akhirnya seluruh tenaga konstruksi Indonesia yang masuk persyaratan Ahli akan memiliki Sertifikat

B. Bagaimana Daya Saing
Konstruksi Indonesia?

Dalam rangka menjembatani keberlanjutan tenaga ahli konstruksi yang mampu meningkatkan daya saing, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR RI Hadi Sucahyono, terobosan yang dilakukan yaitu melalui konsep “triple helix” dimana sinergi perguruan tinggi, pelaku usaha dan pemerintah, akan mampu meningkatkan daya saing konstruksi Indonesia. Pertanyaan penting bagi kita adalah, dimana positiong daya saing konstruksi? Apakah daya saing konstruksi secara mandiri di tingkat nasional? Atau daya saing konstruksi dibandingkan daya saing nasional yang melibatkan jasa lainnya?

C. Bagaimana Peran SDM
Dalam Meningkatkan
Daya Saing Konstruksi
Indonesia?

Beberapa rekomendasi strategis agar peran SDM dapat meningkatkan daya saing konstruksi Indonesia yaitu:

  1. Sektor Jasa Konstruksi
    bertujuan untuk
    mewujudkan
    Pembangunan Nasional.
  2. Mengoptimalkan peran
    Pengguna Jasa
  3. Memgoptimalkan peran
    Penyedia Jasa
  4. Mengoptimalkan peran
    Sub Penyedia Jasa
  5. Segera bentuk Form of
    Contract
  6. Memgoptimalkan
    Program Sertifikasi
    Kompetensi Tenaga
    (operator-teknisi-ahli) kerja
  7. Mengoptimalkan
    Program Sertifikasi
    Kualifikasi Badan Usaha
  8. Mengoptimalkan Peran
    Pemda
  9. Mengembangkan Big
    Data SDM Konstruksi
    Indonesia

D. Visi Peram SDM Dalam
Industri Konstruksi
Indonesia di Masa
Depan
Visi Peran SDM

Konstruksi di masa depan yaitu:
“Mengoptimalkan peran Jasa Profesional SDM yang mampu melayani penyelenggaraan proyek konstruksi di tingkat lokal, nasional & internasional.

Sudah siapkah kita mengoptimalkan SDM Konstruksi Indonesia?

KOMENTAR ANDA?

Komentar