Beranda Olahraga Sejarah Bola di NTT Dari Piala Jusuf, El Tari Cup, Hingga El...

Sejarah Bola di NTT Dari Piala Jusuf, El Tari Cup, Hingga El Tari Memorial Cup

1444
0

BELU, Flobamora-news.com –Sepak Bola adalah adalah sebuah topik yang hangat untuk dibahas oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan masyarakat kecil hingga kalangan politisi, mulai dari yang pandai mengolah bola hingga mereka yang hanya bisa menikmati bola pun akan bersemangat saat membahas Dunia sepak bola. Tak terkecuali masyarakat yang berada di Nusa Tenggara Timur.

Banyak topik yang dibahas dalam Sepak Bola dan seakan tak ada habisnya. Mulai dari pemain idola, club favorit, taktik permainan, hingga kutukan dalam dunia sepak bola terus dibahas dari waktu ke waktu.

Salah satu topik yang menarik dibahas juga adalah sejarah sepak bola di Provinsi NTT. Tidak tahu pasti kapan sepak bola mulai diperkenalkan kepada masyarakat NTT. Namun, dari beberapa referensi, sepak bola diperkenalkan kepada masyarakat NTT oleh para pedagang VOC.

Pertandingan sepak bola terbesar antar kabupaten baru dilaksanakan pada tahun 1964. Saat itu, turnamen antar kabupaten tersebut memperebutkan Piala Jusuf. Itulah kali pertama turnamen terbesar di Provinsi NTT.

Setelah Piala Jusuf, Gubernur NTT, El Tari turun ke desa-desa dan berusaha menyatukan berbagai perbedaan yang ada di NTT. Akhirnya, El Tari memilih sepak bola karena tahu kalau olahraga ini bisa menembus batas. Dia tahu, di bola tidak dikenal suku, agama, ras, etnis, dan lainnya. Karena itu, pada tahun 1969 Gubernur membuat sebuah turnamen dengan nama EL TARI CUP.

El Tari Cup ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat NTT. Kabupaten pertama yang mendapatkan Piala El Tari Cup adalah Perseftim Larantuka.

El Tari Cup ini berlangsung selama 10 tahun. Akhirnya, pada tahun 1979 El Tari Cup berganti nama menjadi El Tari Memorial Cup untuk menghormati El Tari yang meninggal dunia.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat membuka turnamen sepak bola El Tari Memorial Cup 2010 di Stadion Oepoi, Kupang, Rabu, 15 September 2010 mengatakan: “…Mengapa tidak kita sebut Flobamora Cup atau NTT Cup atau lainnya, tetapi harus ETMC? Karena sesungguhnya event ini untuk mengenang almarhum tokoh kita, El Tari. Ini untuk mengingatkan kita bahwa NTT pernah punya pemimpin yang bersahaja, namun nasionalis yang meletakkan dasar-dasar pembangunan di NTT. Ini harus menjadi refleksi. Dulu tidak ada kendaraan sebagus sekarang. El Tari turun terus ke desa- desa. Semangat itu yang harus kita warisi…”.

Dunia sepak bola di NTT terus berkembang dari waktu ke waktu mengikuti perkembangannya. Demikian halnya dengan El Tari Memorial Cup yang terus berubah seiring perkembangan sepak bola dunia.

Sejarah baru dalam perkembangan ETMC pun muncul di ETMC 2019 di Kabupaten Malaka. Tidak hanya perwakilan dari Kabupaten saja yang diperkenankan bermain. Kini ada dua club yang ikut bermain yaitu SSB Bintang Timur Atambua dan Putra Oesao Fc. Semoga, dengan mengikuti perkembangan, Dunia Sepak Bola di NTT semakin membaik dan makin banyak menorehkan prestasi, baik di kancah nasional maupun di kancah internasional.


Reporter: Richi Anyan


Komentar