Beranda Hukum & Kriminal Seorang Warga di Malaka Laporkan Lima ASN yang Terlibat Politik Praktis

Seorang Warga di Malaka Laporkan Lima ASN yang Terlibat Politik Praktis

870
0
Adrianus Bere saat menyerahkan laporannya ke Bawaslu Kabupaten Malaka

Malaka, Flobamora-news.com – Demi menjaga marwah demokrasi, Seorang Warga di Kabupaten Malaka, Perbatasan RI-RDTL melaporkan lima ASN yang terlibat politik praktis ke Bawaslu Malaka Rabu (5/2/2020) malam.

Adrianus Yuventus Bere, warga Malaka yang berdomisili di Desa Umakatahan, Kecamatan Malaka Tengah, itu melaporkan secara resmi atas dugaan keterlibatan lima ASN lingkup Kabupaten Malaka, yang dinilai sarat akan politik praktis.

Dugaan terhadap kelima oknum ASN pada lingkup Pemda Malaka ini karena ikut mendampingi Bakal Calon Bupati Malaka Berinisial YBS di Kantor DPD Partai Gerindra Kupang, pada tanggal (30/1/2020).

“Saya mengetahui atas dugaan keterlibatan sejumlah ASN di Pemkab Malaka ini, setelah membaca berita kasus ini dari media Online,” tegas Adrianus.

Melihat hal tersebut, maka sebagai warga negara yang baik, Adrianus pun melaporkan ke Bawaslu agar ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

Laporan tersebut pun langsung diterima oleh Kanisius Nahak selaku Koordinator Devisi Pengawasan, Pencegahan, dan Hubungan Antar Lembaga pada Bawaslu Kabupaten Malaka.

Kanisius pun mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Adrianus yang telah turut aktif mengkawal proses demokrasi agar tetap bersih.

“Kami dari Bawaslu mengapresiasi partisipasi dari masyarakat yang giat mengkawal dan mengawasi proses demokrasi ini. Kita berterima kasih,” ucap Kanisius Nahak.

Kanisius menuturkan bahwa laporan warga ini merupakan yang pertama terjadi di Kabupaten Malaka sejak adanya Bawaslu di Kabupaten terbungsu di Provinsi NTT itu. Karena itu, Kanisius menegaskan untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sejak Bawaslu ada di Malaka, baru kali ini ada warga yang melapor ke Bawaslu atas dugaan terlibatnya ASN dalam politik praktis yang dilarang keras dalam Undang-Undang Komisi ASN. Karena itu, kita akan tindaklanjuti laporan ini,” kata Kanisius Nahak.

Menurut Kanisius, aturan atau larangan untuk ASN berpolitik praktis ini melekat selama oknum ASN itu masih menjabat tanpa harus menunggu tahapan Pemilu.

“ASN dilarang berpolitik praktis. Larangan tersebut sesuai aturan yang sah di KASN. Jadi, setiap saat ASN itu dilarang ikut berpolitik, tanpa kecuali. Alasan belum ada tahapan Pemilu tidak benar. ASN itu, selagi dirinya masih sebagai ASN, wajib hukumnya untuk menaati aturan yang diberlakukan oleh Komisinya yakni KASN,” ujar Kanisius Nahak, yang juga Alumus GMNI ini. “Jadi kita akan tindaklanjuti oknum ASN yang dilaporkan ini. Akan kita surati ke instansinya masing-masing,” lanjutnya.

Berikut Nama-nama Atas Dugaan Keterlibatan Sejumlah ASN Dalam Politik Praktis yang dilaporkan oleh Warga ke Kantor Bawaslu Kabupaten Malaka :

1. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Malaka berinisial YBS.
2. Kepala Bagian Ekonomi Setda Malaka berinisial MNS.
3. Kepala Bagian atau Kabag Humas Dan Protokol Setda Malaka berinisial HL.
4. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malaka berinisial BEK.
5. Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten
Malaka berinisial HK.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar