Beranda Lintas NTT Sering Terjadi Salah Faham, Komisi II DPRD TTS Gelar Kunker ke Perumda...

Sering Terjadi Salah Faham, Komisi II DPRD TTS Gelar Kunker ke Perumda TTU

550
0

KEFAMENANU, Flobamora-news.com – Sering terjadi salah faham pengambilan air minum yang sumbernya dari Gunung Mutis di Desa Bonleu Kecamatan Tobu Kabupaten TTS, yang berbatasan langsung dengan Desa Noepesu Kecamatan Meumafu Barat Kabupaten (TTU). Komisi II DPRD Kabupaten TTS di dampingi Direktur PDAM Soe menggelar kunjungan kerja ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Tirta Cendana di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Rabu (7/4/2021).

Kujungan kerja dipimpin langsung oleh ketua komisi II DPRD TTS, Imanuel Ollin, di dampingi oleh wakil ketua komisi II, Melianus Bana, S.H, Sekertaris komisi II, Dominggus Bekliu, anggota komisi II, Semuel Sanam, S.H, dan Antoneta Nenabu, lalu turut hadir juga Direktur PDAM kabupaten TTS, Lely Hayer dan Susi Nitbani.

Kegiatan tersebut disambut baik Dewas Pengawas, Eusebius Sila, S.Pt dan Direktur PERUMDA kabupaten TTU, Salassa L.Boy,SE, beserta semua staf.

Ketua Komisi II  Imanuel Ollin mengatakan sering terjadi kesalafahaman antara petugas PDAM Soe dan petugas Perumda TTU, oleh karena itu kedatangan kami ingin berdiskusi untuk mencari solusi agar jangan terjadi kesalafahaman lagi.

“Kami harap jangan ada perselisihan antara petugas PDAM Soe dan petugas Perumda TTU, karena sejarahnya sebenarnya Dua kabupaten ini adalah satu, hanya dibedakan oleh pemerintahan”, kata Imanuel.

Sementara itu Eusebius Sila, S.Pt. juga mengakui bahwa sebenarnya Dua kabupaten ini adalah satu hanya berbeda dalam wilayah pelayanan administrasi. Oleh karena itu, saya mewakili Pemerintah Kabupaten berterima kasih kepada DPRD TTS melalui komisi II datang untuk berdiskusi tentang sumber mata air yang melayani dua kabupaten ini.

“Tujuan kita sama yaitu untuk kesejahtraan masyarakat yang ada di Dua Kabupaten ini dan yang kita harapkan adalah marilah pemerintah duduk bersama dan mencari solusi yang terbaik demi pelayanan masyarakat. Sehingga dalam melayani tidak terkesam buruk”, jelas Eusebius.

Sementara itu Direktur Perumda TTU, Salassa Boy, S.E. juga menyampaikan hal yang sama seperti dewan pengawas, bahwa, selama ini TTS lebih banyak menyedot air di sumber mata air ketimbang yang di ambil oleh Kabupaten TTU. Kita perlu duduk bersama untuk menentukan batas-batasnya, sehingga generasi yang akan datang juga perlu tahu akan hal tersebut.

“Untuk menentukan batasnya tidak bisa ditentukan oleh pemerintah yang ada di Dua kabupaten ini. Tetapi kita harus menjadwalkan agar pertemuan betikut dapat menghadirkan Pemerintah Provinsi sehingga dapat menentukan batas yang ada pada sumber mata air Mutis ini”, jelas Boy.

Direktur PDAM Soe, Lely Hayer, juga menerima semua usul saran dan bersedia untuk memfasilitasi agenda pertemuan selanjutnya.

“Pertemuan betikut kami bersedia pertemuan diadakan di TTS atau TTU”, tutup Lely.


Reporter: YOR T


Komentar