Beranda Wisata Budaya Simulasi : Pantai Lasiana Diguncang Gempa 7,3 Skala Richer

Simulasi : Pantai Lasiana Diguncang Gempa 7,3 Skala Richer

416
0

KUPANG, Flobamora-news.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang dan Propinsi Nusa Tenggara Timur menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi yang dipusatkan di pusat kota Kota Kupang tepatnya di Lokasi tempat Wisata Pantai Lasiana . Fokusnya adalah agar masyarakat dapat menyelamatkan diri sendiri saat bencana melanda.

“Titik tekannya kemampuan melakukan evakuasi mandiri. Tidak melalui pertolongan,” kata Thomas Bangke kepala pelaksana BPBD NTT, Jum’at (26/4/2018).

Simulasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2019 ini melibatkan sejumlah institusi, penyandang disabilitas dan elemen masyarakat di sekitar lokasi simulasi.

“Ada 21 titik yang di semua kabupaten kota di NTT dilibatkan dalam simulasi evakuasi mandiri ini. Di Kota Kupang kita pusatkan di tempat Wisata Pantai Lasiana, sedangkan di kabupaten di lakukan di daerah masing-masing pada jam yang sama. Umbar Thomas

Dalam simulasi itu digambarkan gempa mengguncang Kota Kupang pusat gempa di kawasan Pantai Lasiana 7,3 Skala Richer, menyebabkan objek wisata Pantai Lasiana porak poranda dan masyarakat yang sedang berwisata berhamburan lari menyelamatkan diri.

Puluhan orang kemudian terlihat lari berhamburan menyelamatkan diri. Mereka berlarian menyelamatkan diri.

Sejumlah korban meninggal dan mengalami luka juga tampak mulai roboh. “Tolong….tolong….,” teriak salah seorang korban.

Akibat gempa tersebut menelan korban jiwa, 50 0rang meninggal dunia.
Selain korban jiwa juga kerugian material berupa 159 rumah rusak ringan,108 rumah rusak sedang dan 75 rumah rusak berat. Lahan pertanian 7 ha dan ternak 3500 yang hilang. Gempa mengguncang Kota Kupang kerusakan paling parah di RT. 1, 3, 5, 9, 11, 12, 14,21, 23, dan RT 32 Kelurahan Lasiana.

Petugas turun lokasi gempa sesuai informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) apabila masih berpotensi tsunami petugas belum bisa tetapi kalau tidak berpotensi tsunami petugas turun lokasi berkoordinasi dgn pihak kelurahan

BPBD Kota Kupang bersama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) segera melakukan proses evakuasi korban dan penanganan akibat bencana gempa. PMI Kota Kupang, jajaran TNI dan Polres Kota Kupang serta tim relawan juga turun tangan untuk membantu penanganan bencana.

Mengenai urgensi diadakannya simulasi gempa ini, Thomas mengatakan gempa bumi kerap terjadi di Indonesia, bahkan sebenarnya hampir tiap hari meski skalanya rendah. Tak terkecuali di Kota Kupang.

“Informasi yang kami terima dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) hampir tiap hari di Indonesia terjadi gempa, salah satunya di Jember. Sementara penduduk ?mencapai sekitar 5 -6 juta jiwa. Maka penting untuk melatih masyarakat bagaimana mereka bisa melakukan evakuasi mandiri jika sewaktu-waktu terjadi gempa,” terang Thomas kepada Flobamora-news, Jum’at (26/4/2019).

Thomas juga mengaku ingin meniru masyarakat Jepang yang memiliki kemampuan untuk melakukan evakuasi mandiri, mengingat di negara itu sering terjadi gempa. Dengan begitu jumlah korban jiwa dapat diminimalisasi.

“Survei di Jepang menunjukkan orang Jepang selamat dari bencana karena kemampuan individu dalam menyelamatkan dirinya sendiri,” tandas Widi.

Selain simulasi evakuasi mandiri dari bencana gempa bumi, simulasi ini juga ditujukan untuk melatih kesigapan masyarakat ketika terjadi bencana lain seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Salah seorang peserta simulasi, Serli Lak Apu mengaku senang bisa mengikuti simulasi ini karena ia jadi tahu bagaimana cara menyelamatkan diri ketika bencana gempa terjadi.

“Kita menjadi tahu apa saja yang harus kita lakukan ketika terjadi gempa. Kita kan tidak tahu kapan akan terjadi gempa,” katanya.

  • “Minimal mereka harus melindungi tubuhnya dengan apa waktu terjadi gempa. Takut pasti, tapi nggak boleh panik, seperti itu,” pungkas Serly. (Rbt)

Komentar