Beranda Pendidikan Siswa di Pedesaan Kesulitan Belajar Secara Online, Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Siswa di Pedesaan Kesulitan Belajar Secara Online, Perlu Perhatian Serius Pemerintah

285
0

Foto: Paskalis Juani

ENDE, Flobamora-news.com – Pandemi Covid 19 yang dihadapi dunia dan secara khusus negara kita Indonesia sangat berpengaruh baik itu kehidupan sosial, ekonoml dan terkhusus dunia pendidikan. Saat ini kmi dari lembaga pendidikan merasa sedikit terganggu. Memang pendidikan secara online yang disarankan oleh pemerintah sedikit membantu siswa-siswi untuk belajar di rumah. Bagi siswa di pedesaan yang tidak terjangkau internet buth perhatian serius dari pemerintah. Hal ini disamapaikan oleh Paskalis Juani salah satu kepala Sekolah Menengah Kejuaruan  Negeri (SMKN) I di Kabupaten Nagakeo Provinsi Nusa Tenggara Timur pada, Sabtu (18/4/2020).

Menurut Paskalis dengan adanya sistem belajar secara online siswa dapat bertatap muka dengan guru walaupun tidak maksimal. Tetapi ada juga siswa-siswi yang tidak dapat belajar secara online misalnya di pedesaan yang tidak terjangkau internet.

“Dengan lnternet seluruh siswa dapat belajar dari rumah, tetapi menjadi masalah bagi sekolah-sekolah yang berada di pedesaan yang masih terbatas fasilitas belajar dimaksud. Sekalipun memiliki fasilitas tetapi harus membutuhkan kuota data yang tidak bisa dijangkau oleh orangtua siswa dimaksud. Faktor ini yang menjadi penghambat bagi siswa di pedesaan. Ini membuthkan perhatian serius dari pemerintah”, jelas Paskalis

“Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja sulit terpenuhi. Produk pertanian yang dihasilkan oleh para petani dan peternak tidak bisa terjual karena pasar-pasar ditutup, sementara produk pertanian yang yg tidak bisa disimpan lama seperti pisang, atau buah-buahan yang lain mengalami kerugian. Bagi para guru juga sulit memberikan tugas mandiri karena waktu dirumahkan ini bertambah sementara siswa sudah dirumahkan dan tempat tinggal siswa tersebar berjauhan”, keluh Paskalis.

“Tugas mandiri hanya diberikan untuk 14 hari pertama, sedangkan 14 hari ke-2 dan ke-3 tugasnya belum diberikan kepada para siswa. Tentang pelaksanaan ujian pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan untuk tidak dilaksanakan, baik ujian sekolah, ujian akhir semester, UKK bagi SMK, Praktek Lapangan menjadi hal positif sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap anak bangsa di negeri ini.Mari kita dukung semua bentuk protokoler yang diatur pemerintah”, kata Paskalis.

“Yang paling terasa adalah siswa sekolah kejuruan karena apa? Mereka dipersiapkan masuk dalam dunia kerja tentu ini membutuhkan skil. Dengan situasi seperti ini siswa akan mengalami kesulitan karena mereka karena mereka harus dipersiapkan skil dimasing-masing jurusan karena itu kami sebagai guru SMK sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah bagi anak didik kami”, pungkas Paskalis

Jaga jarak, cuci tangan dan gunakan masker patuhi arahan dari pemerintah.


Reporter: Ricky Anyan


Komentar