Beranda Pendidikan STKIP Nusa Timor Soe Gelar Wisuda Perdana

STKIP Nusa Timor Soe Gelar Wisuda Perdana

768
0

SOE, Flobamora-news.com – Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Timor Soe menggelar Sidang Senat Terbuka. Pasalnya upacara wisuda perdana pogram Sarjana Pendidikan Guru -.Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) dan program Sarjana Pendidikan Guru-Sekolah Dasar (PGSD). Kegiatan tersebut berlangsung di Blessing Hotel Soe pada, Sabtu (31/10/2020).

Wisudawan/Wisudawati berjumlah 42 orang, masing-masing dari program sarjana PG-PAUD Tujuh orang, dan dari program sarjana PGSD 35 orang,

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Kapolres TTS, AKBP Ariasandy.SIK, Dosen FEB Undana Kupang, Dr. Paulina Yuritha Amtiran, semua Dosen STKIP Nusa Timor, dan orang tua wisudawan wisudawati.

Ketua STKIP Nusa Timor Soe, Yulius Amtiran dalam sambutannya mengatakan bahwa, banyak pihak yang meragukan legalitas STKIP Nusa Timor Soe. Saya sebagai ketuanya menegaskan bahwa, STKIP Nusa Timor berdiri berdasarkan SK KEMENDIKBUD RI.NO.248/0/2014, dan surat rekomendasi Bupati TTS No. HK.180/3/64/2011 serta surat rekomendasi kopertis wilayah VIII (bali, NTB dan NTT) No. 0660/LB2/KL/2011. Agreditasi C BAN-PT No.5276/ SK/BAN-PT/AK-PKP/S/VII/2019: PG-PAUD serta No.5278/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/VII/2019: PGSD.

“STKIP Nusa Timor Soe, juga hadir untuk berkontribusi bagi Kabupaten TTS secara positif. Bagi wisudawan yang di wisudakan hari ini, janganlah cepat puas dan sombong dengan apa yang anda dapatkan hari ini, karena sesungguhnya apa yang wisudawan/i dapatkan hari ini, adalah awal dari perjuangan, sehingga teruslah berjuang demi TTS tercinta”, kata Yulius.

Akhir kata Yulius Amtiran, S.Th, M.Pd, berterima kasih kepada Pemda TTS, Polres TTS, Tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua unsur yang turut membantu proses kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di STKIP Nusa Timor Soe. Jelas ketua STKIP Nusa Timor.

Orasi ilmiah yang di bawahkan oleh Dr.Paulina Yuritha Amtiran, yang juga Dosen FEB Undana Kupang, mengatakan bahwa, para wisudawan/i yang di wisudakan hari ini, harus mejadi guru yang baik. Karena guru yang baik adalah guru yang harus memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan dan guru juga harus berinteraksi dengan siswa agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat menghasilkan anak didik yang yang cerdas dan beretika.

Sementara itu Kapolres TTS, AKBP Ariasandy. SIK dalam sambutannya mengatakan, para wisudawan wisudawati yang di wisudakan hari ini, agar ketika kembali kemasyarakat bersikap selayaknya seorang sarjana. Karena di TTS kasus yang menonjol adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan pelakunya adalah orang terdekat dari pada korban. Kebanyakan terjadinya kekerasan karena pelaku di pengaruhi oleh minuman beralkohol.

“Kebanayqkan pelaku kekerasan di Kabupaten TTS karena pengarauh alkohol. Karena itu saya berharap agar wisudawan/i yang di wisudakan hari ini, harus jadi guru yang baik dan bermoral bagi peserta didik”, Kapolres.

Kepala LLDIKTI wilayah VIII Denpasar-Bali , Prof.Dr.I Nengah Dasi Astawa, melalui  Video konferense mengatakan bahwa, pertama-tama saya mengucapkan selamat buat wisudawan/i yang di wisudakan hari ini. Semoga perguruan yang melangsungkan acara wisuda pada hari ini dapat memperhatikan mutu dan kesehatan di tengah-tengah pandemi covid-19.

“Bapak, ibu dan para wisudawan/i, seharusnya acara wisuda berjalan seperti biasa yang kita lakukan secara konvensional sehingga saya hadir di tengah-tengah bapak ibu dan para wisudawan/i, namun karena situasi covid-19 yang tidak memungkinkan untuk kita melakukan acara wisuda seperti mana mestinya. Namun spirit dan semangat wisuda serta makna dan hakekat wisuda, tentunya tidak bergeser, dan acara wisuda yang berlangsung hari ini adalah tanda akhir dari sebuah proses pendidikan di perguruan tinggi terutama bagi seluruh mahasiswa yang telah di wisudakan hari ini”, ujar

Kata dia lagi bahwa, bapak ibu pimpinan perguruan tinggi yang melakukan wisuda hari ini, dapat berpesan bahwa di dalam rangka meningkatkan kualitas kelulusan, maka perguruan tinggi harus selalu taat pada regulasi dan mentaati apa yang telah di susun agar perguruan tinggi terkelola dengan berkualitas. jelas Nengah.


Reporter: YOR T.


Komentar