Beranda Hukum & Kriminal Suara Bagi Kaum Pencari Keadilan

Suara Bagi Kaum Pencari Keadilan

953
0
Wakil Rakyat ikut mengumpulkan koin keadilan bagi warga Leowalu

(Curahan Hati Aprianus Hale bagi Warga Leowalu yang sedang mengumpulkan Koin Keadilan)

“Perjuanganku lebih mudah karena melawan Penjajah. Namun, Perjuanganmu akan lebih susah karena melawan bangsamu sendiri”. Demikian ungkap Sang Proklamator, Ir. Soekarno dalam pidato kenegaraannya.

Pidato itu memberikan pesan mendalam bagi para pemimpin di waktu mendatang agar tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk menyengsarakan rakyatnya sendiri.

Pidato itu disampaikan Sang Proklamator sewaktu dirinya masih menjabat sebagai Presiden RI. Pidato itu juga sebagai auto kritik baginya untuk terus mengevaluasi diri agar tidak terjebak dalam memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya.

Dan Itulah Soekarno. Dengan Instingnya yang luar biasa mampu membaca sesuatu yang akan terjadi puluhan tahun ke depan.

Hal itu pula sepertinya sedang terjadi di Kabupaten Belu saat ini. Mengapa? Pemerintah Kabupaten Belu saat ini seolah-olah sedang berusaha mendiskriminasi rakyatnya sendiri.

Hal ini terlihat jelas dalam kasus Desa Leowalu yang sedang berjuang mengumpulkan koin untuk mencari keadilan. Mereka mendatangi Lembaga DPR untuk meminta dukungan dalam menuntut keadilan yang sudah disembelih oleh Bupati Belu.

Rakyat atau Masyarakat Leowalu yang dengan niat mencari keadilan tersebut terus berjuang mencari keadilan di PTUN. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Leowalu dinyatakan menang gugatan atas keputusan Bupati Belu, Willybrodus Lay soal Pilkades di Desa Leowalu, Kecamatan Lamaknen pada tahun 2019 silam. Putusan PTUN sebenarnya sederhana, Pemda Belu lakukan Pilkades ulang di Desa Leowalu.

Namun, sayang seribu sayang. Bupati Belu tak terima dengan keputusan itu. Dia Ajukan Banding. Bupati terus berjuang melawan rakyatnya sendiri! Uang rakyat dipakai untuk melawan rakyat.

Rakyat Leowalu sadar, untuk melawan sebuah tirani, butuh modal yang besar. Dengan uang yang mereka miliki saat ini, mereka tak akan mampu melawan tirani itu.

Benar kata orang, “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan!” Dengan serba kekurangan Rakyat Leowalu bahu-membahu mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang mereka miliki untuk melawa sebuah tirani. Mereka juga mendatangi lembaga DPR untuk meminta sumbangan dari para Wakil Rakyat.

Sebagai salah satu Wakil Rakyat, sudah menjadi kewajiban saya dan teman-teman untuk membantu rakyat. Saya sangat menyadari bahwa saya ada seperti saat ini karena adanya Rakyat. Karena itu, saya terpanggil untuk ikut berjuang bersama Rakyat Leowalu dan semua kaum marginal di Kabupaten Belu.

Terkait masalah ini, kami selaku wakil rakyat sudah berulang kali meminta kepada Eksekutif untuk menyelesaikan. Akan tetapi, hal ini dianggap sepele. Dengan keangkuhan, mereka merasa diri benar. Sehingga suara rakyat yang sudah kami suarakan selalu disepelekan.

Karena itu, bagi mereka yang merasa belum mendapatkan keadilan; bagi mereka yang termarginalkan; bagi mereka yang tergetar hatinya, saya mengajak untuk kita bergandengan tangan untuk membantu Rakyat Leowalu dalam memperjuangkan keadilan. Saya juga mengajak mereka semua yang masih duduk pada zona nyaman, getarkanlah hatimu untuk membantu rakyat kecil dalam berjuang mencari keadilan. Karena Suara Rakyat adalah Suara Tuhan! Vox Papuli Vox Dei!


Reporter: Ricky Anyan


Komentar