Beranda Lintas NTT Sumber Mata Air Bonleu Akan Ditutup, Habel Hoti: Bupati TTS Segera Bertemu...

Sumber Mata Air Bonleu Akan Ditutup, Habel Hoti: Bupati TTS Segera Bertemu Masyarakat Bonleu

1205
0

Foto: Anggota DPRD TTS Habel Hoti

SOE, Flobamora-news.com – Viralnya pemberitaan di beberapa media online tentang akan terjadi penutupan sumber mata air Bonleu yang dialirkan ke kota dan dinikmati oleh sebagian besar masyarakat kota Soe dan sekitarnya akibat batalnya pekerjaan infrastruktur jalan di Desa Bonleu Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini membuat masyarakat di desa tersebut berencana menutup sumber air tersebut.

Dengan viralnya pemberitaan ini, Ketua DPC partai Gerindra, Gordon Banoet mengatakan jika masyarakat desa Bonleu ingin menutup sumber mata air Bonleu, maka pasti ada sebab sehingga mereka berani melakukannya. Dan jika menutup sumber mata air tersebut karena tidak ada perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan di desa Bonleu. Untuk itu pemerintah harus secepatnya melakukan kordinasi dengan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda di agar disepakatan dan tindak lanjuti kesepakatan awal tentang pekerjaan infrastruktur jalan. Sehingga tidak terjadi penutupan sumber mata air tersebut. Hal ini kepada media ini di Gedung DPRD pada, Jumat (28/05/2021).

“Jika pekerjaan jalan di Desa Bonleu sudah ditetapkan dan disiapkan namun karena corona maka di rasionalisasi kembali, dan seharusnya pemerintah tahu bahwa sebenarnya anggaran yang dirasionalisasi itu harus dilihat. Yang dipreoritaskan pekerjaan yang mana dan mana yang tidak perlu dikerjakan, jangan potong semua sehingga pekerjaan seperti infrakstruktur jalan di desa bonleu, yang menjadi preoritas, akhirnya menjadi batal karena refokusing anggaran”, jelas Gordon.


Foto: Ketua DPC Gerindra TTS Gordon Banoet

Ditambhakannya bahwa pada intinya DPC partai Gerindra melalui fraksi Gerindra, akan terus mendorong pemerintah agar sesegera mungkin menyelesaikan persoalan ini, sehingga tidak mengorbankan masyarakat di desa bonleu dan para pelanggan air bersih yang bersumber dari mata air bonleu.

Sementara itu salah satu anggota DPRD dari fraksi gerindra, Habel Hoti mengatakan, bahwa adanya informasi melalui media cetak maupun media online bahwa masyarakat di desa tersebut mengancam akan menutup sumber mata air karena batalnya pekerjaan infrastruktur jalan.

“Pertama-tama saya mau berkata bahwa, air adalah sumber kehidupan, sebagai wakil rakyat, yang tinggalnya di kota Soe, secara pribadi dan mewakili fraksi Gerindra berterima kasih kepada para tokoh Agama, tokoh masyarakat yang dengan suka rela memberikan sumber kehidupan ini kepada masyarakat kota Soe”, ujar Habel

“Kita harus berpegang teguh pada komitmen awal untuk itu pemerintah juga harus memperhatikan kesejahtrahan masyarakat yang ada di sana sehingga tidak terkesan dianak tirikan. Jika masyarakat menuntut harus ada perhatian pemerintah terhadap jalan maka bagi saya itu sangat penting dan harus menjadi preoritas utama. Mengapa? Karena Desa Bonleu memberi sumbangan PAD yang cukup besar”, urai Habel.

“Yang menjadi perhatian khusus dari pemerintah bukan hanya infrastruktur jalan saja tetapi bidang pertanian, peternakan dan parawisata juga harus di perhatikan. Bayangkan saja kalau semuanya dikelola dengan baik dan menjadi prioritas maka otomatis PAD nya akan terus meningkat”, jelas Habel.

Saya minta kepada pemerintah dalam hal ini bupati TTS, Egusem P. Tahun, agar segera bertemu dengan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Dengan adanya persoalan ini maka pemerintah harus tahu bahwa, program-program mana yang menguntungkan daerah dan menjadi prioritas, serta menunjang pendapatan daerah. Dan kalau masyarakat desa bonleu menuntut hak mereka, maka saya anggap itu pantas menjadi prioritas karena Bonleu memberi sumbangsi yang besar buat daerah”, pungkas Habel.


Reporter: YOR T


Komentar